Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Pandanaran Semarang
Jurnal-sosioekotekno
EDISI 2014 VOL 2
sosioekotekno -Terbit 6 bulan sekali
jurnal ilmiah mahasiswa unpand
image

jurnal-sosioekotekno.org

02470797974


universitas pandanaran semarang
SLINK
INFO PPMB UNPAND www.unpand.ac.id

BEAYA STUDI UNPAND
    KELAS REGULER PAGI

•    Uang pendaftaran D3 & S1      

   Rp. 100.000
•    Regristrasi S1 & D3                  

   Rp. 300.000
•    SPP S1 & D3 Perbulan          

   Rp. 100.000
•    Paket Jas ,Kaos & KTM          

   Rp. 225.000
•    Asuransi Mahasiswa                 

   Rp.   25.000
•    Iuran kegiatan kemahasiswaan 

   Rp.  50.000
    KELAS KARYAWAN SORE
•    Uang pendaftaran D3 & S1           

    Rp.  200.000
•    Regristrasi S1 & D3                      

   Rp.  500.000
•    SPP S1 Perbulan                         

   Rp.  250.000
•    SPP D3 Perbulan                           

   Rp.  175.000
•    Paket Jas ,Kaos & KTM                 

   Rp.  225.000
•    Asuransi Mahasiswa                      

   Rp.     25.000
•    Iuran kegiatan kemahasiswaan       

  Rp.     50.000
    KELAS AKHIR PEKAN
•    Uang pendaftaran D3 & S1           

Rp. 200.000
•    Regristrasi S1 & D3                

Rp. 500.000
•    SPP S1 Perbulan                   

Rp. 300.000
•    SPP D3 Perbulan                       

Rp. 225.000
•    Paket Jas ,Kaos & KTM                 

   Rp. 225.000
•    Asuransi Mahasiswa                 

Rp.  25.000
•    Iuran kegiatan kemahasiswaan             

 Rp.  50.000

 PENDAFTARAN ONLINE www.unpand.ac.id

 atau hub 024 70797974

 

Redaksi sosioekotekno

SosioEkoTekno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Pandanaran
Mengkaji masalah-masalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Terbit 6 bulan sekali


Penerbit
Universitas Pandanaran


Penanggung Jawab
Rektor Universitas Pandanaran


Mitra Bestari
Harini Krisniati
Djoko Marsudi
Sri Praptono



Redaksi
Erwin Dwi Edi Wibowo (Pemred)
Widi Astuti
Anief Rufiyanto
Hermawan Budiyanto
MM. Minarsih
M Maria Sudarwani


Sekretaris Redaksi
Sri Subekti
Abrar Oemar


Tata Usaha
M Mahfud Efendi
Kusparyati




Alamat Redaksi
Jl. Banjarsari Barat 1 Banyumanik Semarang
Telp. 024 70797974   Facs. 024 76482711
e-mail info@unpand.ac.id

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, LEVERAGE, LIKUIDITAS, DAN KEPEMILIKAN PUBLIK TERHADAP KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di BEI)

 

 

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS ,   LEVERAGE , LIKUIDITAS,  DAN KEPEMILIKAN PUBLIK   TERHADAP KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN

(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di BEI)

 

Slamet Barwadi

Kharis Raharjo,SE,M.Si, Ak

Fakultas Ekonomi Universitas Pandanaran Semarang

 

ABSTRACT

This research aims at the influence of firm size , profitability, leverage, liquidity, and public ownership of the timeliness of reporting on manufacturing companies on the Stock Exchange either partially or multiple .

The population used in this study were all the manufacturing companies listed on the Stock Exchange in 2010-2012. The sampling method used was purposive sampling method as much as 104 manufacturing companies. Data analysis using the classical assumption (multicollinearity, heteroscedasticity, autocorrelation, and normality test), multiple regression analysis, t test, F test and coefficient of determination (R²).

Based on the research that has been done , then the conclusion can be made variable firm size significantly influence the timeliness of financial reports. Profitability variables significantly influence timeliness of financial reports. Variable levels of leverage does not affect the timeliness of financial reports. Liquidity level variables significantly influence the timeliness of financial reports . Public ownership variables affect the timeliness of financial reports .

 

 

Keywords : company size , profitability , leverage , liquidity , public ownership , and timely submission of reports .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Pelaporan keuangan perusahaan dianggap pemakai utama (investor dan kreditor) sebagai  good  news dan   bad  news . Good   news   memiliki  arti bahwa informasi  yang  disajikan  dianggap  sebagai  hal  penting  dan  dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan kredit dan keputusan investasi. Adapun bad news mempunyai  pengertian  bahwa  informasi  yang  disajikan tidak dapat  memenuhi informasi   kunci   sehingga   investor   dan   kreditor sebagai   pengguna   utama memandang bahwa financial reporting masih bermanfaat namun perlu diperbaiki.Investor  sebagai pemegang saham atau pemilik perusahaan dari pihak luar memerlukan laporan keuangan untuk mengetahui tingkat kembalian (rate of return ) atas investasi dan membantu untuk memutuskan  tindakan mereka  baik untuk membeli, menahan, atau menjual  saham-saham  perusahaan  (Dwiyanti, dalam Fera Hartati, 2011:1).

Pelaporan keuangan merupakan media bagi perusahaan untuk mengungkapkan informasi tentang perusahaan kepada stakeholders . Perusahaan-perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek harus melakukan pengungkapan informasi. Seperti dinyatakan oleh Healy dan Palepu dalam Widaryanti (2011:1) bahwa pengungkapan informasi merupakan bagian komunikasi yang wajib dilakukan oleh perusahaan emiten dan aktivitas emiten lainnya. Strategi pengungkapan merupakan sarana atau media potensial yang sangat penting bagi para manajer perusahaan emiten untuk dapat mempengaruhi atau memberi dampak terhadap keputusan-keputusan investasi para investor sebagai pihak luar perusahaan.

B er d a sar k a n pe ne liti a n t er da hul u t er se but dapat di ke t a hui perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian terdahulu (research gap ) adalah Febrian Adi Putra (2012) terdapat dua variabel penelitian yang tidak diteliti yakni kompleksitas operasi perusahaan dan pergantian auditor, serta perbedaan objek penelitian pada perusahaan indeks kompas 100. Fera Hartati (2011) dua variabel penelitian yang tidak diteliti yakni current ratio , dan kualitas auditor, reputasi KAP, perbedaan juga terletak pada objek  industri tekstil dan garmen. Widaryanti (2011) terdapat empat variabel yang tidak diteliti yakni tipe bisnis, penerbitan saham, proporsi dewan, dan ukuran dewan. Objek penelitian widaryanti juga berbeda dengan mengambil seluruh perusahaan yang terdaftar di BEI. Utari Hilmi, Syaiful Ali (2007) terdapat tiga variabel penelitian yang tidak diteliti yakni ukuran perusahaan, reputasi KAP  dan opini auditor Objek penelitian widaryanti juga berbeda dengan mengambil seluruh perusahaan yang terdaftar di BEI. Dari uraian latar belakang di atas, serta research gap dengan penelitian-penelitian sebelumnya, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas , Leverage , Likuiditas, dan Kepemilikan Publik terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di BEI)” Ber d a sar k a n ura i a n di a t a s m a ka da pa t di pe r ol e h r um usa n m a sa l a h se ba g a i ber i kut apa ka h ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, likuiditas, kepemilikan publik be r pe ngar uh t e r ha d a p ke t e p a t a n wa kt u p e n y a m pa i a n l a pora n ke u a n g a n pada Perusahaan  Manufaktur di BEI baik secara parsial maupun berganda.

 

 

 

 

TELAAH PUSTAKA

1.        Landasan Teori

a.    Teori Age n si (A ge n c y T h e ory )

Te or i kea g e n a n m e nj e l a ska n hubun g a n a nt a r a a ge n ( m a na j e m e n sua t u usa ha ) da n pr i nsi pa l ( pe mili k usa ha) . Di da l a m hubung a n k e a g e n a n t er da pa t sua t u kont ra k dim a na si a g e n m e nut up kont ra k unt uk m e l a kuka n t u g a s- t u g a s t er t e nt u ba g i p r i nsi pa l , pr i nsi pa l m e nut up kont ra k unt uk m e m ber i im ba l a n pa da si a ge n. Ana l og i n y a s e per ti a nt a r a pe mili k per usa ha a n da n m a na j e m e n pe r usa h aa n it u ( He ndr i kse n, 2007:68 )

Informasi yang dibutuhkanatau agen memberikan informasi tersebut kepada prinsipal. Oleh karena itu, penelitian mengenai ketepatan waktu merupakanpengembangan lebih lanjut dari teori keagenan yang menunjukkan adanyaperbedaan pandangan dan kepentingan antara principal dan agent (Jensen dan Mekling, dalam Fera Hartati, 2011).

 

b.   Teori Stakeholder

Teori ini merupakan versi normatif yang didasarkan pada perspektif etika. Berbeda dengan Shareholders Theory , Stakeholders Theory berpegang pada individual atau kelompok-kelompok yang mempunyai kepentingan atau tuntutan (klaim) kepada perusahaan. Top management harus mengupayakan kesehatan perusahaan yang memerlukan keseimbangan dari berbagai tuntutan stakeholders . Berdasarkan teori ini, apabila dilihat lingkup CSR secara luas maka Stakeholders Theory dapat dipertimbangkan sebagai CSR Theory (Mele,   2004:52 ).

 

2.        Pengembangan Hipotesis

a.    Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Ketepatan Ke t e p a t a n Wa kt u P e n y a m pa i a n L a pora n Ke u a n g a n

Ukuran perusahaan dapat dinilai dari beberapa segi. Besar kecilnya ukuran perusahaan dapat didasarkan pada total nilai aktiva, total penjualan, kapitalisasi pasar, jumlah tenaga kerja dan sebagainya. Semakin besar nilai item-item tersebut maka semakin besar pula ukuran perusahaan itu. Semakin besar aktiva maka semakin banyak modal yang ditanam, semakin banyak penjualan maka semakin banyak perputaran uang dan semakin besar kapitalisasi pasar maka semakin besar pula ia dikenal dalam masyarakat.

H1

:

Ada pengaruh positif ukuran perusahaan t e r ha d a p ke t e p a t a n wa kt u p e n y a m pa i a n l a pora n ke u a n g a n pada Perusahaan  Manufaktur di BEI.

 

b.   Pengaruh Profitabilitas Perusahaan terhadap Ketepatan Ke t e p a t a n Wa kt u P e n y a m pa i a n L a pora n Ke u a n g a n

Perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi dapat dikatakan bahwa laporan keuangan perusahaan tersebut mengandung berita baik dan perusahaan yang mengalami berita baik akan cenderung menyerahkan laporan keuangannya tepat waktu. Hal ini juga berlaku jika profitabilitas perusahaan rendah dimana hal ini mengandung berita buruk, sehingga perusahaan cenderung tidak tepat waktu menyerahkan laporan keuangannya.

H2

:

Ada pengaruh positif profitabilitas t e r ha d a p ke t e p a t a n wa kt u p e n y a m pa i a n l a pora n ke u a n g a n pada Perusahaan  Manufaktur di BEI.

 

c.    Pengaruh Leverage Profitabilitas Perusahaan terhadap Ketepatan Ke t e p a t a n Wa kt u P e n y a m pa i a n L a pora n Ke u a n g a n

Kesulitan keuangan perusahaan merupakan berita buruk yang akan mempengaruhi kondisi perusahaan di mata publik. Pihak manajemen cenderung akan menunda penyampaian laporan keuangan yang berisi berita buruk tersebut. Berkaitan dengan teori agensi, maka agen harus bisa mengelola hutang yang dimiliki oleh perusahaan. Oleh karena itu, semakin tinggi rasio debt to equity suatu perusahaan maka perusahaan tersebut akan semakin tidak tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangan perusahaan (menunda informasi). Hal ini dukung oleh penelitian Schwart dan Soo (1996) dalam Hilmi dan Ali (2008) dan dalam Fera Hartati (2012).

H3

:

Ada pengaruh positif leverage t e r ha d a p ke t e p a t a n wa kt u p e n y a m pa i a n l a pora n ke u a n g a n pada Perusahaan  Manufaktur di BEI.

 

d.   Pengaruh Likuiditas Perusahaan terhadap Ketepatan Ke t e p a t a n Wa kt u P e n y a m pa i a n L a pora n Ke u a n g a n

Likuiditas mengacu pada ketersediaan sumber daya (kemampuan) perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang jatuh tempo secara tepat waktu. Likuiditas suatu perusahaan sering ditunjukkan oleh rasio lancar yaitu membandingkan aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Rasio ini dapat memberikan sebuah ukuran likuiditas yang cepat, mudah digunakan dan mampu menjadi indikator terbaik dari sampai sejauh mana klaim dari kreditor jangka pendek telah ditutupi oleh aktiva yang diharapkan dapat diubah menjadi kas dengan cukup cepat (Brigham & Houston, 2006).

 

H4

:

Ada pengaruh positif likuiditas t e r ha d a p ke t e p a t a n wa kt u p e n y a m pa i a n l a pora n ke u a n g a n pada Perusahaan  Manufaktur di BEI.

 

e.    Pengaruh Kepemilikan Publik terhadap Ketepatan Ke t e p a t a n Wa kt u P e n y a m pa i a n L a pora n Ke u a n g a n

Kepemilikan publik adalah kepemilikan masyarakat umum (bukan institusi yang signifikan) terhadap saham perusahaan publik. Suharli dan Rachpriliani (2006) dalam Utari Hilmi dan Syaiful Ali (2007) mengungkapkan bahwa struktur kepemilikan perusahaan dapat disebut juga sebagai struktur kepemilikan saham, yaitu suatu perbandingan antara jumlah saham yang dimiliki oleh pihak dalam atau manajemen perusahaan (insider ownership’s ) dengan jumlah saham yang dimiliki oleh pihak luar (outsider ownership’s ).

 

H5

 

 

:

 

 

Ada pengaruh positif kepemilikan publik t e r ha d a p ke t e p a t a n wa kt u p e n y a m pa i a n l a pora n ke u a n g a n pada Perusahaan  Manufaktur di BEI.

 

Dari teori-teori hubungan antar variabel perusahaan, profitabilitas, leverage , likuiditas, dan kepemilikan publik t e r ha d a p ke t e p a t a n wa kt u, maka dimunculkan hipotesis enam pengaruh secara berganda sebagai berikut ini.

H6    : Ada pengaruh positif ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage , likuiditas, dan kepemilikan publik t e r ha d a p ke t e p a t a n wa kt u p e n y a m pa i a n l a pora n ke u a n g a n pada Perusahaan  Manufaktur di BEI.

 

3.        Model Penelitian

Gambar   1

Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas , Leverage , Likuiditas, dan Kepemilikan Publik terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di BEI)

 

Ukuran Perusahaan

Profitabilitas

Leverage

Likuiditas

Kepemilikan Publik

Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan  Keuangan

H1 (+)

H2  (+)

H3 (+)

H4 (+)

H5 (+)

H6  (+)

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Sumber   :  Febrianditra (2012), Fera Hartati (2011), Widaryanti (2009), Utari Hilmi FH dan Syaiful Ali (2007).

METODE PENELITIAN

1.    Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

P opul a si y a n g di g un a ka n da l a m pe ne liti a n i ni a da l a h se m ua per us a haa n m a nufa kt ur y an g t e r ca t a t di B E I t a hun 2010- 2012.. Me t ode pe n g a m bil a n sa m pe l y a n g di g una k a n a da l a h m e t ode purposi v e sampli ng , dim a na popul a si y a n g a ka n dij a di ka n sa m pe l pe ne liti a n a da l a h p opul a si y an g m e m e nuhi kr it er i a : perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI secara berturut-turut untuk periode 2010- 2012, Perusahaan yang digunakan merupakan perusahaan manufaktur, karena untuk memperoleh kesamaan karakteristik, Perusahaan tidak menggunakan mata uang asing, menampilkan data tanggal penyampaian laporan keuangan tahunan ke Bapepam dan dipublikasikan oleh bursa untuk periode 2010- 2012, menampilkan data dan informasi yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan untuk periode 2010- 2012.

 

2.      Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

a.       Jenis Data

Jenis data yang di g una k a n dalam penelitian ini adalah j e ni s da t a se kunde r unt uk m e nda pa t ka n i nf or m a si m e nge na i se m ua var i a be l da l a m pe ne liti a n i ni .

 

b.     Sumber Data

Da t a di p er ol e h dar i I ndone si an C apit al M ar ke t Di rec t ory ( I C MD ) , www .i dx .c o.i d da n m e l a l ui P oj ok B ur sa E fe k U ND I P .

 

3.      Teknik Pengumpulan Data

Unt uk pe n e liti a n i ni , pe ng um pul a n da t a di per ol e h d ar i l a pora n ke ua n g a n p er usa h aa n m a nufa kt ur y an g t er d af t a r di B E I t a hun 2010, 2011, 2012 y an g di publi ka si ka n I C MD t a hun 2010, 2011, 2012.

 

4.      Variabel Penelitian, Definisi Operasional   dan Pengukuran Variabel

Va r i a b e l a da la h a p a pun y a ng da pa t m e m be d a ka n a t a u m e mb aw a v a r i as i pa da   s ua t u nil a i.

 

a.         Variabel Penelitian

1)      Variabel T e r ik a t ( D e p e n de nt V ar iable )

V a r ia b e l t e r ik a t ( de pe nd e nt v ar iabl e ) me r upa ka n v a r ia be l y a ng m e nja d i pe r ha t i a n uta m a p e ne l i ti ( Sutrisno , 2006) . Va r ia be l te r ika t d a la m pe n e l it i a n ini a d a l a h Ketepatan waktu penyampaian laporan (Y).

2)        V a r ia b e l B e ba s (I nde p e n de nt V ar iable )

V a r iabe l b e ba s ( i nd e pe nd e nt v ar iabl e ) a d a l a h v a r ia be l y a ng mempengaruhi v a r ia be l la in ba ik s e ca r a pos i tif m a upun n e ga tif (Sutrisno , 2006) . V a r ia b e l be ba s d a l a m pe ne l itia n i ni a da l a h ukuran perusahaan (X1 ), profitabilitas (X2 ), leverage (X3 ), likuiditas (X4 ), dan kepemilikan publik (X5 ).

 

5.      Teknik Analisis Data

a.                  Statistik Deskriptif

Analisis deskriptif yaitu profil atau penggambaran responden dengan menghitung rata-rata, standart deviasi (deskriptif statistik). Analisis kuantitatif yaitu analisis dengan menggunakan input data kuantitatif dengan menggunakan perhitungan statistik, adapun analisis kuantitatif dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut ini.

 

b.                 Uji Normalitas

Uji normalitas adalah untuk menguji m odel regresi ini sebaiknya datanya berdisrtribusi normal atau mendekati normal. Untuk menguji model regresi mempunyai distribusi normal atau tidak dapat dilihat dari penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik yang bersangkutan.

 

c.                  Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk melihat apakah di dalam model regresi tersebut terdapat suatu penyimpangan, sehingga perlu diadakan pemeriksaan dengan menggunakan pengujian multikolinieritas, heteroskedastisitas, autokorelasi , dan uji normalitas (Ghozali, 2005) .

 

1)        Multikolinierit as

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Jika variabel bebas saling  berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol. Manfaat dari hasil pengujian multikolinieritas adalah model regresi yang dipakai benar-benar teruji kehandalannya untuk memprediksi variabel yang berpengaruh terhadap kinerja.

 

2)        Uji Glejser

Penggunaan Absolut Res (Abs Res) digunakan untuk memperbaiki munculnya beberapa kesalahan yang timbul dalam memprediksikan persamaan regresi yang utama, karena penggunaan  uji Glejser  memberikan hasil yang pada umumnya memuaskan dalam mendeteksi heteroskedastisitas (Gujarati, 2003; 187). 

 

3)        Autokorelasi

Autokorelasi dikenal dengan nilai Durbin Watson (D-W) adalah terjadi korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode sebelumnya. Dalam model regresi diharapkan tidak terjadi problem autokorelasi.

 

d.                 Uji   Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menganalisis pengaruh antara variabel independen (ukuran perusahaan, profitabilitas , leverage , likuiditas, dan kepemilikan publik) terhadap variabel dependen yaitu ketepatan waktu penyampaian laporan. Adapun persamaan regresi berganda yang dipergunakan adalah sebagai berikut :

Y = β 1 X 1 + β 2 X 2 + + β 3 X 3 + β 4 X 4 + β 5 X 5  +   e

Ke tera n ga n :

Y       =   Ketepatan waktu penyampaian laporan

β 1      =  Koe fisien reg r e si dar i v a ria be l X1 (Ukuran Perusahaan )

X 1     =   Ukuran Perusahaan

β 2      = Koe fisien reg r e si dar i v a ria be l X2 (Profitabilitas )

X 2     = Profitabilitas

β 3      = Koe fisien reg r e si dar i v a ria be l X3 (Leverage )

X 3    =   Leverage

β 4      =   Koe fisien reg r e si dar i v a ria be l X4 (Likuiditas)

X 4    =   Likuiditas

β 5     =   Koe fisien reg r e si dar i v a ria be l X5 (Kepemilikan Publik)

X 5    =   Kepemilikan Publik

e       =   S tanda rd eror

 

e.        Uj i  K oe f isi e n D e t e r m in asi ( R 2 )

Uji R2 atau sering disebut uji koefisien determinasi merupakan alat untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determiansi adalah antara nol dan satu (0 < R2 < 1), nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independent memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Secara umum untuk data silang (crossection ) relatif rendah karena adanya variasi yang besar antara masing-masing pengamatan, sedangkan untuk data runtun waktu (time series ) mempunyai nilai koefisien determinasi yang tinggi (Ghozali, 2005).

 

f.         Uj i F

Uji F (uji berganda) adalah dig una k a n untuk men g e tahui pe nga ruh va ria be l be ba s ter ha d a p va ri a be l ter ikat, y a it u a p a ka h va ri a be l X 1 , X 2, X 3 , X 4 d a n X 5 be na r- b e na r be rpe n ga ru h seca r a be rsa ma- s a ma te rh a da p v a ria be l Y.

Uji F (uji berganda) adalah digunakan untuk meng uji a pa ka h masing- masin g va ria be l be ba s be rp e n g a ruh se ca r a sig nifika n ter ha d a p va ri a be l ter ikat seca r a pa rs ial de ng a n mene ntuk a n de ra jat ke pe rca y a a n 95% (α = 0, 05) da n juga pe ne rimaa n a tau pe nolaka n hipot e s a .

 

g.                P e n gu jian H ip ote sis

P e ng uji a n ter ha d a p masing- masin g hipot e sis dil a kuka n de nga n ca r a se ba g a i   be rikut   :   uji   sig nifika n   (p e n g a ruh   n y a ta)  va ria bel indep e nde n   (X i) ter ha da p va ria bel de p e nd e n (Y ) ba ik se c a ra p a rsi a l maupun seca r a be rs a ma - sa ma pa da   hipot e sis   1 (H 1 ) sa mpai de n g a n hipot e sis 5 (H 5 ) dil a kuk a n de n g a n   uji statis ti c t (t - test) da n uji F ( F- test) pa d a leve l 5% = 0,05) .

Uj i t (uji parsial) adalah digunakan u ntuk men g e tahui a da ti da kn y a p e n g a ruh va ria be l be ba s t e rha d a p v a ria be l ter ikat, maka dil a kuka n pe n g uji a n te rha da p hipot e sis y a n g diajuka n pa da pe ne li ti a n ini . Metode pe ng uji a n ter ha d a p hip otesis y a n g diajuka n di lakuka n pe ng uji a n se ca r a p a rsia l mengg una k a n uji t. Uj i t menunjukka n se be ra pa jauh pe nga ruh sa tu v a ria be l i n de pe nde n seca r a indi vidual da lam mene ra n g k a n va ri a si va ri a be l depe nd e n (G hoz a li , 2005:47 ).

 

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.    Statistik Deskriptif

Penelitian ini mengambil populasi perusahaan yang manufaktur di BEI tahun 2010-2012. Sampel penelitian sebanyak 104 perusahaan manufaktur, dimana metode yang digunakan adalah purposi v e sampli ng ,, yaitu suatu pengambilan sampel obyek diri dengan kriteria tertentu, dimana dapat dilihat pengambilan sampel sebagai berikut:

Tabel 4.1.

Distribusi Sampel

 

No

Keterangan

Jumlah Perusahaan

1

Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI secara berturut-turut untuk periode 2010- 2012.

146

2

Perusahaan menggunakan mata uang asing.

(24)

3

Tidak menampilkan  data  dan  informasi  yang  digunakan  untuk  menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan untuk periode 2010- 2012.

(18)

 

Sampel Perusahaan

104

 

Dari tabel 4.1. di atas diperoleh sampel penelitian dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan diperoleh 104 perusahaan manufaktur yang go publik di Bursa Efek Indonesia. Dengan periode pengamatan selama 3 tahun berturut-turut maka penelitian ini menggunakan data dalam bentuk data pooled cross sectional yaitu dengan menggabungkan data cross section selama 3 tahun berturut-turut. Jadi dengan sampel sebanyak 104 perusahaan maka data penelitian secara pooled cross section akan berjumlah 104 x 3 = 312. Hal ini dilakukan karena :

-          Penggunaan  data polling akan meningkatkan jumlah observasi (sampel).

-          Dengan polling data akan diperoleh variasi antar unit yang berbeda menurut ruang dan variasi yang muncul menurut waktu.

 

2.    Uji Asumsi Klasik

4.2.1.   Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas dilakukan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Pengujian ada tidaknya gejala multikolinearitas dilakukan dengan memperhatikan nilai matriks korelasi yang dihasilkan pada saat pengolahan data serta nilai VIF (Variance Inflation Factor ) dan Tolerance-nya. Nilai dari VIF yang kurang dari 10 dan tolerance yang kurang dari 1, menandakan tidak terjadi adanya gejala multikolinearitas. Hasil pengujian multikolinearitas dapat dilihat dari tabel 4.3.

Tabel 4.3.

Uji Multikolilinearitas

Model

Collinearity Statistics

Tolerance

VIF

1

(Constant)

 

 

UKURAN PERUSAHAAN (X1)

.985

1.015

PROFITABILITAS (X2)

.988

1.012

LEVERAGE (X3)

.962

1.039

LIKUIDITAS (X4)

.970

1.031

KEPEMILIKAN PUBLIK (X5)

.988

1.012

Sumber : Data sekunder yang diolah, 2013.

Hasil perhitungan pada tabel 4.3 diperoleh nilai VIF yang kurang dari 10 dan tolerance 1 dari masing-masing variabel bebas ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage , likuiditas, kepemilikan publik, maka dapat disimpulkan tidak terjadi adanya gejala multikolinearitas.

 

4.2.2.   Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi antara kesalahan pada periode t-1 (periode selanjutnya) dilakukan dengan uji Durbin Watson (DW). Dari regresi diperoleh angka DW sebesar, sebesar berikut :

 

Tabel 4.4.

Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

.500a

.250

.238

.37196

2.097

a. Predictors: (Constant), KEPEMILIKAN PUBLIK (X5), LIKUIDITAS (X4), UKURAN PERUSAHAAN (X1), PROFITABILITAS (X2), LEVERAGE (X3)

b. Dependent Variable: Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan  Keuangan (Y)

 

Kriteria pengujian menurut Santoso (2002) adalah :

a.       Angka Durbin Watson di bawah -2 berarti ada autokorelasi positif.

b.      Angka Durbin Watson di antara -2 sampai dengan 2 berarti tidak ada autokorelasi.

c.       Angka Durbin Watson di atas 2 berarti ada autokorelasi negatif.

Berdasarkan kriteria di atas, maka nilai DW = 2,097 berada pada kriteria angka Durbin Watson di antara -2 sampai dengan 2, maka model persamaan regresi yang diajukan dalam penelitian ini tidak terdapat autokorelasi.

 

4.2.3.      Has il U j i He t e r os k e d as t is it as

U j i he te r os k e da s tis it a s be r tu j ua n me ng uj i a p a k a h d a l a m m od e l r e g r es i t e r j a d i ke t ida k sa ma a n v ar ianc e da r i r es idu a l s a t u pe ng a ma ta n ke p e ng a m a ta n y a ng l a in. A pa b ila v ar ianc e d a r i r e s idua l s a t u pe ng a ma t a n k e p e ng a ma ta n la in t e t a p , ma k a dise but hom os ke das t is ita s da n jika be r b e da di s e but he te r os k e da s t is it a s . M od e l r e g r e s i y a ng ba ik a da l a h ya ng homos ke das tis i t a s a ta u t ida k t e r j a d i he te r os ke d a s ti s i t a s ( G hoza li, 2006) .

Pe nde te ks ia n a d a a ta u tid a kny a he t e r os ke da s t is ita s da pa t di l a kuk a n de ng a n m e li h a t   a da t id a knya pola t e r te n t u pa d a g r a f ik s c att e r pol t a nt a r a n il a i pr ed iks i v a r ia be l t e r i k a t ( Z PR E D ) de ng a n nila i r es idu a l ny a ( S R E S I D ) . J ika a da po la t e r te n tu y a ng te r a tur , ma ka m e ng i ndikas ika n t e l a h t e r j a di he te r os k e d a s t is i ta s . Na m un ji k a t ida k a d a p ola   y a ng   j e l a s s e r ta titi k- ti tik m e ny e ba r di a ta s da n di bawah a ng ka 0 pa da s u mbu Y , m a ka tida k te r j a di he t e r os ke d as tis i t a s . B e r ikut i ni g a mba r g r a f ik s c atter plo t y a ng me nun j ukka n ha s i l u j i h e t e r os ke d as tis it a s.

 

G ambar 4 . 1

Has il U j i He t e r os k e d as t is it as

S um be r : D a ta d iol a h 2013.

T a mpi l a n g a mba r 4.1 me mpe r liha tk a n ba hw a ti tik- titik m e ny e ba r s e c a r a a c a k s e r ta te s e ba r di a t a s m a upu n di bawa h a ng ka 0 pa da s umbu Y . H a l ini da p a t dis impulka n ba hw a ti d a k t e r ja di he te r os ke d as ti s i ta s s e hi ngg a m ode l r e g r es i l a y a k untu k di g una ka n.

 

4.2.4.      H as il U j i No r m alit as

U j i nor ma li t a s be r tu j ua n untuk me ng uj i a p a k a h da l a m mod e l r e g r es i , v a r ia be l t e r ik a t d a n v a r ia be l b e ba s m e miliki dis tr ibus i nor ma l. M ode l r e g r e s i y a ng ba ik a d a la h j ik a mode l r e g r es i m e miliki d is tr i s bus i nor ma l a ta u me nde k a t i n or m a l . Pe ng uj ia n nor m a l it a s d a la m pe n e l i ti a n ini d ila kuka n d e ng a n dua c a r a y a i tu a na l i s i s g r a f ik da n u j i s ta tis ti k . A na lis i s g r a f ik y a ng di g una ka n a da la h a na l is is g r a f ik nor ma l pr obabi l it y p lot . N or ma l it a s d a pa t did e te ks i d e ng a n me lih a t pe ny e ba r a n d a ta ( t it i k- t it ik) pa d a s umbu dia g ona l d a r i g r a fi k . Ap a bi la d a ta m e ny e ba r dise k i ta r g a r is dia g ona l da n me ng ikuti a r a h g a r is di a g ona l ma k a mode l r e g r es i te r s e but me m e nuhi as u ms i nor ma li t a s . Be r ikut ini d i ta m pilka n g a m ba r g r a f ik nor ma l pr obabil i ty plot ma s i ng - mas ing mod e l r e g r es i .

 

 

G ambar 4 . 2

Has il U j i N o r m al it as

Sum be r : D a ta d iol a h 2013

T a mpi l a n g r a f ik nor ma l pr obabi lity plot pa d a g a m ba r 4. 2 me nun j ukk a n b a hw a t it ik- ti t ik ( d a ta ) me ny e ba r d i s e ki t a r g a r is di a g ona l da n m e ng ikut i a ta u m e nd e ka t i a r a h g a r is di a g ona l . H a l ini be r a r ti ba hw a m ode l- m od e l r e g r es i da la m p e ne l itia n ini me me nu hi as ums i nor ma l it a s .

Se da ng ka n uj i nor m a lita s d e ng a n uj i s ta t is tik me ngg una ka n N onpar ame tr i c Tes t O ne - Sam ple K olm ogor ov - Sm ir nov ( 1- Sam ple K - S ) . J i ka has il K ol m ogor ov - Sm inr nov me nun j ukk a n ni l a i s ig nif ik a n di a t a s 0 , 05 ma ka d a t a r e s i dua l te r dis tr ibus i d e ng a n nor m a l . S e da ng ka n j ika has il K olm ogor ov - Sm ir nov m e nun j ukk a n nil a i s ig ni f ika n di ba w a h 0 , 05 ma k a da ta r es idu a l t e r dis tr i bus i ti da k nor m a l . H a s i l u j i nor ma lita s de ng a n u j i s t a t is t ik 1- Sam pe l K - S I di s a j ik a n da la m t a be l be r i kut ini .

 

T abe l 4 .5

Has il U j i N o r m al it as

K ol m ogor ov - Sm inr nov

Asym p. S ig .

3,774

0,000

               Sumbe r : D a ta d iola h 201 3

B e r da s a r ka n t a be l 4.5 h as il u j i nor m a lita s di a t a s , da p a t t e r l i ha t ba hw a ni la i K olm ogor o v - Sm ir n ov unt uk se mua p e r sa ma a n r e g r e s i s ig nifi ka n di a t a s 0, 05 . Hasi l ini b e r a r ti b a hw a mo de l r e g r es i m e m e nuh i a s ums i nor ma l i ta s . Da r i ke dua ha s i l u j i nor ma li t a s ba ik a na l is is g r a f ik m a upun u j i s ta ti s tik da pa t di s im pulk a n ba h w a m ode l- mode l r e g r e s i da l a m pe n e litia n i n i la y a k di g una ka n k a r e na me m e nuhi as ums i nor ma lita s.

 

4.3.   Analisis Regresi Berganda

Dari data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode regresi dan dihitung dengan menggunakan program SPSS. Berdasarkan output SPSS tersebut secara parsial pengaruh dari ketiga variabel independent yaitu Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage , Likuiditas, dan Kepemilikan Publik terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan (Y) melalui hasil perhitungan SPSS dapat disusun persamaan regresi linear berganda sebagai berikut :

Ketepatan L_K (Y)  = -0,091 + 0,006   + 0,000 + 0,001 + 0,008 + 0,011                          

          

4.4.       Pengujian Hipotesis

4.4.1.      Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Pengujian hipotesis secara parsial ini dimaksudkan untuk menguji keberartian pengaruh dari masing-masing variabel bebas yaitu Ukuran Perusahaan (X1 ), Profitabilitas (X2 ), Leverage (X3 ), Likuiditas (X4 ) dan Kepemilikan Publik (X5 ) terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan (Y). Hasil perhitungan analisis regresi guna menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan dapat dilihat pada tabel 4.5 sebagai berikut ini.

 

 

 

 

 

 

Tabel 4.6

Hasil Uji t

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

-.091

.045

 

-2.001

.046

UKURAN PERUSAHAAN (X1)

.006

.000

.207

4.145

.000

PROFITABILITAS (X2)

.000

.000

.103

2.066

.040

LEVERAGE (X3)

.001

.001

.063

1.256

.210

LIKUIDITAS (X4)

.008

.000

.114

2.275

.024

KEPEMILIKAN PUBLIK (X5)

.011

.001

.434

8.711

.000

a. Dependent Variable: Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan  Keuangan (Y)

 

Sumber : Hasil analisis, 2013 (Lampiran 5)

Uji Hipotesis Parsial 1

Pengujian hipotesis pertama dinyatakan sebagai berikut:

Hipotesis 1 yang diajukan adalah Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan.

Syarat uji yang digunakan adalah : jika nilai thitung sebesar 4,145 > ttabel   sebesar  1,650 pada taraf signifikansi 5% ( a = 0,05) nilai probabilitas (probabilitas value ) koefisien regresi X1 lebih kecil daripada 0,05 maka hipotesis alternatif Ha diterima. Berdasarkan komputasi data dengan bantuan SPSS diperoleh nilai probabilitas untuk koefisien regresi X1 sebesar 0,000 atau di bawah 0,05, oleh karena itu, hipotesis nol pertama (Ho) dalam penelitian ini ditolak dan sebaliknya hipotesis alternatif (Ha) diterima.

 

 

Uji Hipotesis Parsial 2

Pengujian hipotesis kedua dinyatakan sebagai berikut:

Hipotesis 1 yang diajukan adalah profitabilitas berpengaruh positif terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan.

Syarat uji yang digunakan adalah : jika nilai thitung sebesar 2,066 > ttabel sebesar 1,650 pada taraf signifikansi 5% ( a = 0,05) nilai probabilitas (probabilitas value ) koefisien regresi X2 lebih kecil daripada 0,05 maka hipotesis alternatif Ha diterima. Berdasarkan komputasi data dengan bantuan SPSS diperoleh nilai probabilitas untuk koefisien regresi X2 sebesar 0,040 atau di bawah 0,05, oleh karena itu, hipotesis nol pertama (Ho) dalam penelitian ini ditolak dan sebaliknya hipotesis alternatif (Ha) diterima.

 

Uji Hipotesis Parsial 3

Pengujian hipotesis ketiga dinyatakan sebagai berikut:

Hipotesis 3 yang diajukan adalah Leverage berpengaruh positif terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan. Syarat uji yang digunakan adalah : jika nilai thitung sebesar 1,256 < ttabel   sebesar 1,650 pada taraf signifikansi 5% ( a = 0,05) nilai probabilitas (probabilitas value ) koefisien regresi X3 lebih besar daripada 0,05 maka hipotesis alternatif Ha diterima. Berdasarkan komputasi data dengan bantuan SPSS diperoleh nilai probabilitas untuk koefisien regresi X3 sebesar 0,210 atau di atas 0,05, oleh karena itu, hipotesis nol pertama (Ho) dalam penelitian ini diterima dan sebaliknya hipotesis alternatif (Ha) ditolak.

 

Uji Hipotesis Parsial 4

Pengujian hipotesis keempat dinyatakan sebagai berikut:

Hipotesis 4 yang diajukan adalah likuiditas berpengaruh positif terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan. Syarat uji yang digunakan adalah : jika nilai thitung sebesar 2,275 > ttabel   sebesar 1,650 pada taraf signifikansi 5% ( a = 0,05) nilai probabilitas (probabilitas value ) koefisien regresi X4 lebih kecil daripada 0,05 maka hipotesis alternatif Ha diterima. Berdasarkan komputasi data dengan bantuan SPSS diperoleh nilai probabilitas untuk koefisien regresi X4 sebesar 0,024 atau di bawah 0,05, oleh karena itu, hipotesis nol pertama (Ho) dalam penelitian ini ditolak dan sebaliknya hipotesis alternatif (Ha) diterima.

 

Uji Hipotesis Parsial 5

Pengujian hipotesis kelima dinyatakan sebagai berikut:

Hipotesis 5 yang diajukan adalah kepemilikan publik berpengaruh positif terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan. Syarat uji yang digunakan adalah : jika nilai thitung sebesar 8,711 > ttabel sebesar 1,650 pada taraf signifikansi 5% ( a = 0,05) nilai probabilitas (probabilitas value ) koefisien regresi X5 lebih kecil daripada 0,05 maka hipotesis alternatif Ha diterima. Berdasarkan komputasi data dengan bantuan SPSS diperoleh nilai probabilitas untuk koefisien regresi X5 sebesar 0,024 atau di bawah 0,05, oleh karena itu, hipotesis nol pertama (Ho) dalam penelitian ini ditolak dan sebaliknya hipotesis alternatif (Ha) diterima.

 

 

4.4.2.      Pengujian Hipotesis II (Pengujian Secara Berganda)

Pengujian hipotesis antara variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage , likuiditas, kepemilikan publik terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian  Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur di BEI. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel-variabel penjelas yang digunakan dalam model, secara bersama-sama mempunyai pengaruh atau tidak terhadap variabel yang ingin dijelaskan dengan menggunakan uji F test. Pengujian ini dilakukan untuk menguji pengaruh X1 , X2 , X3, X4, X5   terhadap Y secara bersama-sama.

 

 

 

Tabel 4.7

Hasil Pengujian Berganda

(Dengan Signifikansi a = 5%)

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

14.112

5

2.822

20.399

.000b

Residual

42.337

306

.138

 

 

Total

56.449

311

 

 

 

a. Dependent Variable: Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan  Keuangan (Y)

b. Predictors: (Constant), KEPEMILIKAN PUBLIK (X5), LIKUIDITAS (X4), UKURAN PERUSAHAAN (X1), PROFITABILITAS (X2), LEVERAGE (X3)

1)      H0 : b 1 ,b 2 ,b 3 ,b 4 ,b 5   = 0: Artinya tidak ada pengaruh signifikan dari variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage , likuiditas, dan kepemilikan publik terhadap secara bersama-sama terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian  Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur di BEI .

2)      Ha : b 1 ,b 2, ,b 3, ,b 4 ,b 5   > 0: Artinya ada pengaruh positif dan signifikan dari variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage , likuiditas, kepemilikan publik terhadap secara bersama-sama terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian  Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur di BEI .

Pada taraf nyata a = 0,05 dengan df numetor = 5 dan df denumerator = 306 (df = {k; (n-k-1)} diketahui Ftabel = 2,244 dan F hitung = 20,399.

Kriteria pengambilan keputusan dapat digunakan dua cara yaitu sebagai berikut ini.

1)        Perbandingan nilai F hitung dengan F tabel.

Karena F hitung sebesar 20,399 > F tabel 2,244, maka variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage , likuiditas, dan kepemilikan publik secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian  Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur di BEI , hal ini berarti Ha diterima dan H0 ditolak.

2)        Perbandingan Sig. SPSS dengan Prob. Sig (a = 5%)

Probabilitas signifikansi SPSS (P-value) = 0,000 atau 0% (lihat lampiran 15 pada Coefficients Sig. ) lebih kecil dari 5% maka dapat dikatakan bahwa variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage , likuiditas, dan kepemilikan publik secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur di BEI , hal ini berarti Ha diterima dan H0 ditolak.

Dengan demikian hipotesis yang diajukan terbukti kebenarannya baik dengan menggunakan perbandingan nilai Fhitung dengan Ftabel dan perbandingan Sig. SPSS dengan Prob. Sig (a = 5%).

 

4.5.       Analisis Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2 ) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependennya. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 (satu) berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Hasil perhitungan koefisien determinasi penelitian ini dapat terlihat pada tabel 4.8.

 

Tabel 4.8

Uji R2

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.500a

.250

.238

.37196

a. Predictors: (Constant), KEPEMILIKAN PUBLIK (X5), LIKUIDITAS (X4), UKURAN PERUSAHAAN (X1), PROFITABILITAS (X2), LEVERAGE (X3)

b. Dependent Variable: Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan  Keuangan (Y)

Dari hasil perhitungan diperoleh hasil besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang dapat diterangkan oleh model persamaan ini adalah sebesar 0,238 atau 23,8%. Hal ini menunjukkan bahwa besar pengaruh variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage , likuiditas, dan kepemilikan publik secara bersama-sama berpengaruh terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan adalah sebesar 23,8% dan sisanya 76,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi.

 

5.1.    Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut :

1.    Variabel ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, karena perusahaan-perusahaan go public atau perusahaan besar mempunyai sistem pengendalian internal yang baik sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam penyajian laporan keuangan perusahaan.

2.    Variabel profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Profitabilitas y a n g tinggi m e nunj ukka n ti n g ka t ki n er j a m a na j e m e n per us a ha a n b a i k.

3.    Variabel tingkat leverage tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. hut a n g t e r se but me n g ha mba t s e le s a i ny a p e nyus un a n p e l a p or a n k e ua n ga n s e hi ngga b e r a ki ba t juga te r ha da p k e t e p a t a n w a ktu penyampaian laporan keuangan.

4.    Variabel tingkat likuiditas berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Se m a kin tingg i ras io l ikuidita s b e r a r ti   pe r usa ha a n s e ma ki n s e ge r a menyampailan laporan keuangan

5.    v a r i a b e l ke p e m i li ka n p ublik be r pe n ga r uh te r ha da p ke te p a ta n wa kt u penyampaian laporan keuangan . i ns titus i ya n g b ias a ny a m e m i li ki sa ha m y a ng c u kup b e s a r y a ng did uga me nc e r mi nka n ke kua s aa n, se hi ngga me mpun ya i k e m a m pu a n u ntuk me la kuk a n int e r ve n s i t e r ha da p j a l a nn y a p e r u s a h aa n da n m e nga tur p r ose s pe n ya mp a ia n i nf or m as i p e r u sa ha a n ke pa d a  pe n gguna l a i nnya

 

5.2.   Keterbatasan

Keterbatasan dalam penelitian ini adalah Variabel dalam penelitian ini adalah factor internal perusahaan dan belum menggunakan faktor makro. Jangka waktu penelitian juga hanya 3 tahun.

 

5.2.   Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan keterbatasan dalam penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah :

1.    Penelitian selanjutnya bisa menambah variabel good corporate governance , seperti keberadaan komite audit, proporsi dewan komisaris independent, dan lain-lain agar variabel bebas lebih menjelaskan ketepatan laporan keuangan.

2.    Penelitian ini sebaliknya lebih diperpanjang waktu penelitian agar diperoleh hasil yang lebih beragam.

3.    Perusahaan yang sudah terdaftar di BEI hendaknya melaporkan laporan keuangannya secara tepat waktu dan berkesinambungan dari tahun ke tahun.

4.    Investor hendaknya lebih memperhatikan ukuran perusahaan dari setiap perusahaan di BEI, yaitu dengan memperhatikan dana lancar yang digunakan untuk operasional perusahaan, sehingga bisa melihat kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dari operasionalnya. Dengan melihat ukuran perusahaan, maka investor bisa melihat apakah dana yang digunakan perusahaan untuk operasionalnya perusahaan sudah optimal, hal ini dilakukan agar investasinya menguntungkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

B ar i dw a n, Za ki , 2007, I nt e rme di at e Acc ount i ng , Edi si 7, C e t a ka n P er t a m a , B P F E Yog y a kar t a.

Brigham &  Houston, 2006, Intermediate Financial Management , Fourh Edition, USA : Thompsom Learning Inc South-Western.

Febrian Adi Putra, 2012, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Indeks KOMPAS 100 Periode 2009-2011 .

Fera Hartati, 2006, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan pada Perusahaan Industri Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) .

Freeman, RE, 2004, Strategic Management : A. Stakeholders Approach , Boston, Pitman.

Ghoz a li ,   I m a m , 2005, A pli k asi   Anali si s   M ul t i v ari at e   De ngan   Program   SPSS . Badan Penerbit Undip, Semarang.

Ghoz a li , I . da n C har i r i , A. 2007, T e ori Ak unt a nsi , Badan Penerbit Undip, Semarang.

Ma m duh Ha naf i , 2004, M anaj e me n K e uangan, B P F E, Yog y a kar t a .

He ndr i kse n, El don S , 2002,   Acc ounti ng T he ory , Ri c har d D I r wi n I nc , U S A.

I k a t a n Akunt a n I ndone si a . 2009, St andar Ak unt a nsi I ndone si a , P e ner bi t Sa l e m ba Em pa t , J a kar t a .

Mele, 2004, Corporate Social Responsibility Theorics , Mapping the Territory.

Pandji Anoraga, 2001, Pengantar Teori Pasar Modal , Edisi 3, Penerbit Aneka Cipta, Jakarta.

R a har j a , B udi . 2001, A kunt a nsi da n K e ua n g a n Unt uk Ma na j e r Nonke ua nga n . Edi si P er t a m a . C e t a ka n P er t a m a , P e ner bi t Andi Yog y a kar t a :.

S ar t ono Ag us. 2001. M anaj e me n K e uangan T e ori dan Apli k asi . Yogy a kar t a : B P F E- Yog y a ka r t a .

S r imi ndar t i   C eac ili a ,   2 008,  Ke t e p a t a n W a kt u Pe l a pora n Ke u a n g a n, Fok us Ek onomi , Vol . 7, No.1, h .15- 21

S upr i y a t i da n R oli nda , Y uli a sr i .2007. Anali si s Fak t or- Fak t or y ang M e mpe ngaruhi audi t De l ay , Vol .10, No. 3, h.109- 121

Sutrisno Hadi, 2006, Analisa Regresi , Andi Offset, Yogyakarta.

Utari Hilmi & Syaiful Ali, 2007, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar di BEJ periode 2004-2006 ).

Widaryanti, 2011, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Corporate Internet Reporting pada Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

W e st on, F . da n E. B r i ng h a m .2008. Dasar-Dasar M anaj e me n K e uangan, J a kar t a : Er l a n gg a .

 

www.Ba pe p a m . g o.i d

www.i dx .c o.i d

 

 

 

 

 

 

 

 

Fri, 14 Feb 2014 @16:31

Copyright © 2014 TEAM IT Universitas Pandanaran semarang · All Rights Reserved