Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Pandanaran Semarang
Jurnal-sosioekotekno
EDISI 2014 VOL 2
sosioekotekno -Terbit 6 bulan sekali
jurnal ilmiah mahasiswa unpand
image

jurnal-sosioekotekno.org

02470797974


universitas pandanaran semarang
SLINK
INFO PPMB UNPAND www.unpand.ac.id

BEAYA STUDI UNPAND
    KELAS REGULER PAGI

•    Uang pendaftaran D3 & S1      

   Rp. 100.000
•    Regristrasi S1 & D3                  

   Rp. 300.000
•    SPP S1 & D3 Perbulan          

   Rp. 100.000
•    Paket Jas ,Kaos & KTM          

   Rp. 225.000
•    Asuransi Mahasiswa                 

   Rp.   25.000
•    Iuran kegiatan kemahasiswaan 

   Rp.  50.000
    KELAS KARYAWAN SORE
•    Uang pendaftaran D3 & S1           

    Rp.  200.000
•    Regristrasi S1 & D3                      

   Rp.  500.000
•    SPP S1 Perbulan                         

   Rp.  250.000
•    SPP D3 Perbulan                           

   Rp.  175.000
•    Paket Jas ,Kaos & KTM                 

   Rp.  225.000
•    Asuransi Mahasiswa                      

   Rp.     25.000
•    Iuran kegiatan kemahasiswaan       

  Rp.     50.000
    KELAS AKHIR PEKAN
•    Uang pendaftaran D3 & S1           

Rp. 200.000
•    Regristrasi S1 & D3                

Rp. 500.000
•    SPP S1 Perbulan                   

Rp. 300.000
•    SPP D3 Perbulan                       

Rp. 225.000
•    Paket Jas ,Kaos & KTM                 

   Rp. 225.000
•    Asuransi Mahasiswa                 

Rp.  25.000
•    Iuran kegiatan kemahasiswaan             

 Rp.  50.000

 PENDAFTARAN ONLINE www.unpand.ac.id

 atau hub 024 70797974

 

Redaksi sosioekotekno

SosioEkoTekno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Pandanaran
Mengkaji masalah-masalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Terbit 6 bulan sekali


Penerbit
Universitas Pandanaran


Penanggung Jawab
Rektor Universitas Pandanaran


Mitra Bestari
Harini Krisniati
Djoko Marsudi
Sri Praptono



Redaksi
Erwin Dwi Edi Wibowo (Pemred)
Widi Astuti
Anief Rufiyanto
Hermawan Budiyanto
MM. Minarsih
M Maria Sudarwani


Sekretaris Redaksi
Sri Subekti
Abrar Oemar


Tata Usaha
M Mahfud Efendi
Kusparyati




Alamat Redaksi
Jl. Banjarsari Barat 1 Banyumanik Semarang
Telp. 024 70797974   Facs. 024 76482711
e-mail info@unpand.ac.id

PENGARUH PROMOSI, HARGA, KUALITAS PRODUK DAN LAYANAN PURNA JUAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA

PENGARUH PROMOSI, HARGA, KUALITAS PRODUK DAN LAYANAN PURNA JUAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA

Erlina Sari


ABSTRAK

Pangsa pasar sepeda motor Honda di Indonesia saat ini telah mengalami penurunan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor promosi yang kurang efektif, harga yang lebih mahal dibandingkan harga yang ditawarkan pesaing, kualitas produk yang masih banyak kekurangan dan juga layanan purna jual yang kurang memberikan kepuasan kepada pelanggan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh produsen Honda.
Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan program SPSS Versi 19.0. sampel yang diteliti ditetapkan sebanyak 80 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.. Hasil penelitian membuktikan bahwa tiga variabel independen yaitu Promosi, harga, dan kualitas produk mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian sepeda motor Honda. Sedangkan satu variabel independen yaitu Layanan purna jual tidak memiliki pengaruh yang signifikan bagi responden. Hasil pengujian regresi berganda menunjukkan bahwa semua variabel independen (promosi, kualitas produk, harga dan layanan purna jual) berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Pengaruh positif terbesar terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda pada pada konsumen di  Semarang adalah pada variabel promosi dengan koefisien 0,458, kemudian diikuti oleh variabel kualitas produk dengan koefisien 0,234, selanjutnya variabel harga dengan koefisien 0,189, sedangkan variabel yang berpengaruh paling rendah yaitu variabel Layanan purna jual dengan nilai koefisien sebesar 0,171
Kata kunci     :     keputusan pembelian, promosi, harga, kualitas produk, layanan purna Jual


ABSTRACT
The market share of Honda motorcycles in Indonesia has decreased.. One of the causes that influence the decline in market share of Honda motorcycles is the decline in buying interest of consumers that become customers of Honda motorcycles to make a purchase again. This can be influenced by factors that are less effective promotions, the price is more expensive than the price offered by competitors, quality products that are still many shortcomings and also after-sales service which failed to give satisfaction to customers is an important factor that must be considered by the manufacturer Honda.
This study uses multiple regression analysis with SPSS version 19.0. the samples determined by 80 respondents. The sampling technique using purposive sampling. The research proves that the three independent variables are promotion, price, and product quality has a positive and significant influence on the dependent variable is the Honda motorcycle purchase decision. While one independent variable is the after sales service does not have a significant effect for the respondent. The test results of multiple regression showed that all independent variables (promotion, product quality, price and after-sales service) positive effect on purchasing decisions. The biggest positive influence on purchase decisions of Honda motorcycles in Semarang is on a variable promotion with a coefficient 0.458, followed by variable rates with a coefficient of 0.234, then the variable quality of the product with a coefficient of 0.189, while the most influential variable low after-sales service variable with coefficient of 0.171.
Keywords: purchasing decisions, promotions, pricing, product quality, after sales service
PENDAHULUAN
Strategi pemasaran itu sendiri terdiri dari empat bauran pemasaran (marketing mix) yang meliputi product, price, promotion dan place. Dari  keempat  bauran  pemasaran   tersebut   yang   saat   ini akan dibicarakan adalah tentang promosi, harga,  kualitas produk dan juga layanan purna jual.
Untuk industri otomotif akhir-akhir ini sedang mengalami peningkatan penjualan  yang    sangat pesat. Menurut data dari  Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI)  sepanjang 2011  mencapai  8.04 juta unit  merupakan rekor tertinggi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir. 
 
Indonesia   adalah   pasar   yang  sangat   potensial   bagi   negara-negara  lain   untuk memasarkan produknya. Sudah banyak produsen  sepeda motor dari berbagai negara yang terjun ke pasar otomotif di Indonesia.  Untuk kegiatan promosi  sendiri   PT   Astra   Honda   Motor   (AHM)   mengusung tema "One Heart" yang kini menjadi salah satu slogan perusahaan, sekaligus untuk memperkuat kampanye corporate brand image dan juga memperkenalkan nilai lebih perusahaan   yang   tercermin   pada   produk   dan   teknologi.. Secara   keseluruhan,   konsep ini merupakan  penerjemahan   dari   filosofi   yang   ingin selalu   satu   hati   dengan   konsumen.   Faktor harga merupakan faktor yang dianggap paling menarik bagi konsumen dalam   menentukan keputusan untuk membeli suatu produk. sedangkan Kualitas ditentukan oleh  sekumpulan kegunaan dan fungsinya, termasuk di dalamnya daya tahan, ketidaktergantungan pada produk  lain  atau   komponen  lain,  eksklusifitas,  kenyamanan, wujud  luar  (warna, bentuk,   pembungkusan, dan sebagainya)  (Handoko,  2000) dan untuk kualitas produk sendiri Honda dikenal sebagai motor yang irit, mesin yang bandel dan suku cadang yang   awet. Layanan purna jual merupakan tanggung jawab  penjual atas kualitas barang yang   dijualnya   yang   dapat   diberikan   dalam  bentuk   konsultasi   lanjutan atau garansi berupa   penggantian barang rusak, pemeliharaan, penyediaan  suku cadang dan sebagainya (Barata,  2004).  Untuk layanan purna  jual Honda dikenal mempunyai pelayanan yang cukup baik. dapat dilihat dari banyaknya bengkel AHASS yaitu bengkel  resmi yang dimiliki   oleh   Honda.   .

RUMUSAN MASALAH
Salah satu penyebab yang mempengaruhi minat beli konsumen yang selama ini menjadi pelanggan sepeda motor Honda untuk melakukan pembelian ulang dipengaruhi oleh faktor  promosi  yang  efektif  dengan pesan-pesan yang  dapat mempengaruhi konsumen untuk  membeli  karena dapat memberikan gambaran tentang kelebihan motor yang ditawarkan, kualitas produk  yang masih banyak  kekurangan terutama desain sepeda motor yang kurang menarik dan juga layanan purna jual yang kurang memberikan kepuasan kepada pelanggan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh   Honda. Untuk  itu  diperlukan  langkah-langkah yang konkrit dari Honda untuk menganalisis perilaku konsumen dalam menentukan pembelian sepeda motor.. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kembali penjualan dan pangsa pasar sepeda motor Honda 
Dari permasalahan yang telah dipaparkan di atas dapat ditarik beberapa pertanyaan penelitian, antara lain :
1.    Apakah terdapat pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian konsumen sepeda motor Honda?
2.    Apakah terdapat pengaruh harga terhadap keputusan pembelian konsumen sepeda motor Honda?
3.    Apakah terdapat pengaruh kualitas produk terhadap  keputusan pembelian konsumen sepeda motor Honda?
4.    Apakah terdapat pengaruh layanan purna jual terhadap keputusan pembelian  konsumen sepeda motor Honda?

Yang bertujuan untuk
1.    Menguji dan menganalisis  bagaimana pengaruh   promosi, harga, kualitas produk dan layanan purna jual  terhadap keputusan  pembelian konsumen Honda.
2.    Mengetahui dan menganalisis faktor paling  dominan  yang  mempengaruhi keputusan pembelian.

LANDASAN TEORI
            Sering orang mempunyai pengertian yang  keliru  mengenai   marketing (pemasaran), mereka    menganggap mengadakan pemasaran berarti  mengadakan penjualan, padahal sebenarnya penjualan merupakan salah satu kegiatan pemasaran. Pengertian pemasaran menurut Swastha  (2007): “Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang  ditujukan   untuk   merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang, jasa, ide kepada pasar sasaran agar dapat  mencapai tujuan organisasi”.
         Dalam mengenal konsumen perlu mempelajari   perilaku   konsumen   sebagai perwujudan  dari seluruh aktivitas jiwa manusia dalam  kehidupan sehari-hari.. Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang  dilakukan individu, kelompok  atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis  yang  dapat dipengaruhi oleh lingkungan (Swastha, 2003). Ada 2 aspek penting dari arti perilaku konsumen. 1. Proses pengambilan keputusan, 2. Kegiatan fisik yang kesemuanya  ini melibatkan  individu  dalam   menilai mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa ekonomis.
Ada tiga aktivitas yang berlangsung dalam proses keputusan  pembelian  yang dilakukan oleh konsumen yaitu (Hahn, 2002): 1. Rutinitas konsumen dalam melakukan pembelian., 2. Kualitas yang diperoleh dari suatu keputusan pembelian, 3. Komitmen atau loyalitas konsumen untuk tidak akan mengganti keputusan yang sudah biasa di beli dengan produk pesaing. Indikator yang mencirikan keputusan pembelian yang digunakan penelitian ini, yaitu : 1. Kebutuhan dan keinginan akan suatu produk, 2. Keinginan mencoba , 3. Kemantapan akan kualitas suatu produk, 4. Keputusan pembelian ulang
        Tujuan daripada promosi adalah untuk memperkenalkan barang hasil produksi, dengan tujuan agar konsumen membeli hasil produksinya. volume penjualan dapat   meningkat,   dan   juga   dapat   meningkatkan   laba   perusahaan.   Hal   ini dapat dicapai oleh suatu perusahaan bila promosi yang dijalankan benar-benar tepat sehingga pelaksanaan promosi dapat berhasil seefektif mungkin.   Perusahaan harus dapat mengkombinasikan berbagai variabel yang ada agar menarik konsumen untuk melakukan keputusan pembelian. Indikator yang mencirikan promosi yang digunakan dalam    penelitian   ini, yaitu (Kotler, 1996) : 1. Jangkauan promosi, 2.  Kuantitas penayangan iklan di media promosi, 3.  Kualitas penyampaian pesan dalam penayangan iklan di media promosi
         Harga yang merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang seringkali dijadikan   sebagai bahan pertimbangan bagi konsumen dalam melakukan  pembelian tidak bisa dikesampingkan oleh perusahaan. Swastha (2001) mendefinisikan harga sebagai  sejumlah uang (ditambah beberapa produk) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi produk  dan  pelayanannya. Harga dapat menunjukkan kualitas merek dari suatu produk, dimana konsumen  mempunyai anggapan bahwa harga  yang mahal biasanya  mempunyai kualitas yang baik.
Tjiptono   (2001) mengatakan bahwa, harga memiliki  dua   peranan utama mempengaruhi minat beli, yaitu:  1. Peranan alokasi dari harga , 2. Peranan informasi dari harga Indikator yang mencirikan harga yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu (Stanton, 1998) : 1. Keterjangkauan harga, 2. Kesesuaian harga dengan kualitas produk , 3. Daya saing harga , 4. Kesesuaian harga dengan manfaat
         Persaingan merek yang tajam belakangan ini memaksa para marketer untuk memberikan daya   tarik yang lebih baik daripada pesaingnya. adanya berbagai merek membuat konsumen   diuntungkan. Konsumen memilih suatu merek adalah  kualitas produk. Kualitas produk tidak     diragukan lagi mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kualitas produk yang dapat diterima adalah elemen utama yang    mempengaruhi perilaku    pembelian konsumen. Garvin    (1994) telah mengungkapkan adanya delapan dimensi kualitas produk yang bisa dimainkan oleh pemasar.  Performance, feature, reliability, conformance, durability, serviceability, aesthetics, dan perceived quality merupakan kedelapan dimensi tersebut. Indikator yang mencirikan kualtas produk yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1. Keiritan bahan bakar , 2. Produk tidak mudah rusak dan memiliki umur ekonomis yang lama , 3. Daya tahan mesin yang tangguh , 4. Penampilan produk yang menarik
         Sudarsono dan Edilius (1994) mendefinisikan pelayanan purna jual atau after sale service  sebagai jasa pelayanan yang meliputi perbaikan, penyediaan suku cadang, dan lain-lain yang   diberikan oleh  perusahaan  kepada  konsumen  setelah produknya dibeli untuk jangka waktu tertentu.
         Pemberian pelayanan purna  jual  biasanya dilakukan  sebagai  suatu   bentuk tanggung   jawab   yang diberikan oleh penjual  atas   barang   yang   telah   mereka   jual. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk pemberian garansi, penggantian barang-barang rusak, pemeliharaan dan penyediaan suku cadang (Barata, 2003).  Berdasarkan pengertian tersebut pelayanan purna jual adalah suatu pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen setelah pembelian untuk mengurangi  ketidakpuasan dengan  jalan memberikan garansi, jasa reparasi dan penyediaan suku cadang. Indikator yang mencirikan layanan purna jual yang digunakan penelitian ini, yaitu: 1 Ketersediaan bengkel resmi, 2. Kemudahan mencari suku cadang, 3. Pelayanan karyawan, 4. Penanganan keluhan konsumen


KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS
         Berdasarkan pada rumusan masalah dan telaah pustaka, maka   kerangka   pemikiran  teoritis   yang   diajukan dalam penelitian ini digambarkan dalam Gambar 1 disamping

HIPOTESIS
         Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang bertujuan mengarahkan dan memberikan pedoman dalam pokok permasalahan serta tujuan penelitian. Maka dari uraian masalah yang ada, dapat dimunculkan suatu hipotesis penelitian sebagai berikut :
H0   :      Promosi, Harga, Kualitas Produk, Layanan Purna Jual tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian
H1    :      Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
H2     :     Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
H3       :     Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
H4       :    Layanan purna jual berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan  pembelian.

METODE PENELITIAN
1.    Teknik Penelitian
Teknik Penelitian yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif yaotu teknik kualitatif yang diolah dan teknik kuantitatif teknik kualitatif pada Penelitian ini alat  bantu berupa kuesioner tentang Promosi, harga, kualitas produk, dan Layanan Purna Jual,  yang   mana   jawaban -jawaban responden  tersebut   akan    diukur   dengan menggunakan   skala   Likert dan dianalisis dengan prosedur statistic menggunakan SPSS versi 19 (Teknik Kuantitatif).  

2.    Sampel dan teknik Pengambilan Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen Honda yang ada di semrang . Teknik Pengambilan sampel yang digunakan adalah Teknik Purposive Sampling ( Judgemental Sampling) yaitu teknik yang menggunakan pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam pengambilan sampel penelitian
3.    Sumber, Jenis, dan Prosedur Pengambilan data
Sumber data pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari responden penelitian dengan cara menyebarkan kuesioner kepada konsumen pengguna Honda di semarang. Data sekunder yang digunakan adalah data yang sifatnya mendukung tentang informasi untuk landasan teori dari buku-buku literature dengan masalah yang diteliti selain itu informasi tentang responden penelitian yaitu dari perusahaan Astra serta dari internet

HASIL DAN PEMBAHASAN
1.    Analisis Deskriptif
Analisis pada penelitian ini meliputi analisis deskriptif karakteristik responden dan statistic variable penelitian. Deskriptif karakteristik responden pada penelitian ini memberikan gambaran responden penelitian tentang Jenis Kelamin  Umur, tipe sepeda motor dan tahun pembelian






Berdasarkan Tabel 1 jumlah responden terbanyak adalah laki-laki yaitu 53 orang (66.25%) sedangkan responden perempuan hanya 27 orang (33,75%). Hal ini menunjukkan  bahwa laki-laki menunjukkan sebagai konsumen yang lebih potensial dalam pembelian sepeda motor dibanding perempuan, karena pengendara sepeda motor didominasi oleh laki-laki. dan berdasarkan untuk umur responden yang terbanyak adalah antara 28-31 tahun sebanyak 27 orang (33,75%), diikuti dengan umur responden 24-27 tahun sebanyak 20 orang (25%), kemudian umur responden 20-23 tahun sebanyak 18 orang (22.5%), kemudian diikuti responden umur 32-34 sebanyak 11 orang (13.75%) dan yang terakhir umur responden 35-38 tahun sebanyak 4 orang (5%). 
Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan bahwa sebagian responden membeli tipe sepeda motor cub/bebek sebanyak 35 orang (43,75%), diikuti  oleh responden yang membeli tipe sepeda motor skuter matik sebanyak 31 orang (38,75%) dan terakhir responden yang membeli tipe sepeda motor sport sebanyak 14 orang (17.50%).  Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan  bahwa sebagian besar konsumen memutuskan melakukan pembelian sepeda motor Honda tahun  2011 sebanyak 31 orang (38.75%). kemudian diikuti responden yang membeli sepeda motor Honda pada tahun 2009 sebanyak 26 orang (32.50%), dan yang terakhir responden yang membeli sepeda motor Honda pada tahun 2010 sebanyak 23 orang (28,75%) Jumlah pembelian tahun 2011 paling banyak karena konsumen tertarik inovasi dari Honda dari segi warna dan model
Statistik deskriptif variable penelitian menggunakan table frekuaensi yang memberikan gambaran frekuensi jawaban responden tentang Promosi , harga, kualitas produk, Layanan Purna Jual, keputusan pembelian dapat dijelaskan berikut ini :
Tabel 5
Tanggapan Responden Terhadap Promosi
 Indikator    1    2    3    4    5    Indeks    Kategori
Iklan sepeda motor Honda ada di berbagai media elektronik maupun media cetak    0    4    21    40    15    76.50%    Tinggi
Frekuensi iklan sepeda motor Honda di media sering ditayangkan, sehingga sepeda motor Honda mudah diingat oleh masyarakat    0    5    18    46    11    75.75%    Tinggi
Iklan sepeda motor Honda yang ada di media elektronik maupun media cetak  menarik  perhatian Anda    0    7    15    33    25    79.00%    Tinggi
Sepeda motor Honda menyampaikan pesan iklan yang mudah dimengerti    0    6    22    38    14    75.00%    Tinggi
Promosi    0    22    76    157    65    76.57%    Tinggi

Tabel 6
Tanggapan Responden Terhadap Harga
 Indikator    1    2    3    4    5    Indeks    Kategori
Harga sepeda motor Honda yang ditawarkan sekarang ini relatif cukup terjangkau    0    5    15    32    28    80.75%    Tinggi
Harga sepeda motor Honda sesuai dengan kualitas yang Anda harapkan    0    11    20    42    7    71.25%    Tinggi
Sepeda motor Honda saat ini memiliki harga yang cukup bersaing dengan sepeda motor  lainnya    0    4    21    40    15    76.50%    Tinggi
Harga sepeda motor Honda yang ditawarkan sesuai dengan manfaat yang Anda rasakan    0    6    22    39    13    74.75%    Tinggi
Harga    0    26    78    53    63    75.81%    Tinggi

Tabel 7
Tanggapan Responden Terhadap Kualitas Produk
 Indikator    1    2    3    4    5    Indeks    Kategori
Sepeda motor Honda memiliki mesin yang irit bahan bakar    0    5    11    42    22    80.25%    Tinggi
Sepeda motor Honda jarang mengalami kerusakan yang parah dan memiliki umur ekonomis yang cukup lama    0    2    10    44    24    82.50%    Tinggi
Daya tahan mesin sepeda motor Honda cukup tangguh, sehingga mampu menempuh perjalanan jauh dan tetap stabil    0    7    12    36    25    79.75%    Tinggi
Desain atau model sepeda motor Honda menarik dan selalu inovatif    0    3    22    45    10    75.50%    Tinggi
Kualitas Produk    0    17    55    167    81    79.50%    Tinggi

Tabel 8
Tanggapan Responden Terhadap Layanan Purna Jual
Indikator    1    2    3    4    5    Indeks    Kategori
Jumlah bengkel AHASS yang merupakan bengkel resmi sepeda motor Honda cukup tersebar sehingga mudah dijangkau    0    0    8    39    33    80.25%    Tinggi
Suku cadang sepeda motor Honda mudah didapatkan dan memiliki harga yang terjangkau    0    0    9    39    32    85.75%    Tinggi
Bengkel resmi sepeda motor Honda memiliki tenaga teknisi yang berpengalaman dan pelayanan yang ramah.    0    5    22    32    21    77.25%    Tinggi
Penanganan akan keluhan konsumen sepeda motor Honda dilayani dengan baik dan cepat tanggap.    0    3    16    36    25    80.75%    Tinggi
Layanan Purna Jual    0    8    55    146    111    82.50%    Tinggi


Tabel 9
Tanggapan Responden Terhadap Keputusan Pembelian
 Indikator    1    2    3    4    5    Indeks    Kategori
Anda memilih membeli sepeda motor Honda karena Anda membutuhkannya.    0    1    22    46    11    76.75%    Tinggi
Anda memilih membeli sepada  motor Honda karena ingin mencobanya.    0    3    17    40    20    79.25%    tinggi
Anda memilih membeli sepeda  motor Honda karena yakin  dengan kualitasnya    0    0    17    48    15    79.50%    Tinggi
Anda memilih membeli sepeda  motor Honda karena telah terbiasa mengendarainya dan  sebelumnya telah memiliki sepeda motor Honda.    0    3    25    36    16    76.25%    Tinggi
Keputusan Pembelian    0    7    11    180    62    77.94%    Tinggi

Tanggapan responden sebagaimana pada Tabel 5 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan yang tinggi terhadap promosi yang dilakukan Honda. Hal ini didukung oleh adanya promosi yang gencar dilakukan di berbagai media, frekuensi tayang promosi yang sering, iklan yang menarik dan pesan iklan yang mudah dimengerti oleh masyarakat dapat membantu Honda dalam menawarkan produknya. 
Tanggapan responden sebagaimana pada Tabel 6 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan yang tinggi terhadap harga sepeda motor Honda yang ada sekarang ini. Hal ini ditunjukkan oleh keterjangkauan harga, harga yang sesuai kualitas, harga yang  cukup bersaing dan kesesuaian dengan manfaat yang dirasakan.
Tanggapan responden sebagaimana pada Tabel 7 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan  tanggapan yang tinggi terhadap kualitas sepeda motor Honda yang ada sekarang ini. Hal ini ditunjukkan dengan mesin yang irit bahan bakar, jarang mengalami kerusakan, mesin yang cukup tangguh dan desain yang menarik.
Tanggapan responden sebagaimana pada Tabel 8 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan yang tinggi terhadap layanan purna jual sepeda motor Honda yang ada sekarang ini. Hal ini ditunjukkan dengan jkemudahan konsumen dalam mendapatkan suku cadang dan memiliki harga yang terjangkau oleh konsumen.
 Suku cadang yang mudah didapatkan dan memiliki harga yang terjangkau mendapatkan penilaian yang paling tinggi dari para responden. Sebagian besar responden menyatakan bahwa harga suku cadang sepeda motor Honda cukup terjangkau Sehingga setiap ada kerusakan komponen sepeda motornya, maka mereka dapat dengan mudahmendapatkan suku cadang dan tidak harus mengeluarkan biaya yang besar untuk menggantinya.
Penanganan akan keluhan konsumen  yang diberikan oleh Honda dirasa responden cukup baik. Indicator ini mendapatkan penilaian yang tinggi dan menjadi indicator kedua dari para responden. Sebagian besar responden merasa mereka dilayani cukup baik ketika menservis motor mereka maupun ketika menyampaikan ketidakpuasan atas apa yang mereka alami dari Honda.
Tanggapan  responden sebagaimana pada Tabel 9 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan  tanggapan yang cukup tinggi terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda. Hal ini ditunjukkan dengan keputusan membeli karena membutuhkannya, ingin mencobanya, yakin dengan kualitasnya dan memutuskan untuk membeli karena terbiasa mengendarainya.

2.    Uji Kualitas Data
 Uji Kualitas data meliputi uji Reliabilitas dan Uji Validitas, Uji Reliabilitas instrument penelitian disajikan pada table 10, sedangkan ujin validitas indikator masing masing dari instrument penelitian ini disajikan pada table 11








Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukkan bahwa semua variabel mempunyai koefisien Alpha yang cukup besar yaitu diatas 0,6 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur masing - masing variabel dari kuesioner adalah reliabel yang berarti bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner yang handal.
Tabel 11 menunjukkan bahwa semua indikator yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai koefisien korelasi yang lebih besar dari r tabel. Uji Validitas dilakukan dengan membandingkkan nilai r hitung (nilai Corrected Item - Total Correlation pada output Cronbach Alpha) dengan nilai rtabel untuk degree of freedom (df) = n - k,. Nilai r hitung yang disajikan pada Tabel 4.11 menunjukkan bahwa semua indikator tersebut adalah valid.


3.    Uji Asumsi Klasik
Uji Asumsi Klasik dikihat dari Uji multikolinieritas dan heteroskedastisitas. Suatu variabel menunjukkan gejala multikolonieritas bisa dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Factor) yang tinggi pada variabel-variabel bebas suatu model regresi. Nilai VIF yang lebih besar  dari 10 menunjukkan adanya gejala multikolonieritas dalam model regresi. Hasil pengujian multikolonieritas dengan nilai VIF dapat dilihat pada Tabel 12 
 Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua variabel yang digunakan sebagai prediktor model regresi menunjukkan nilai VIF yang cukup kecil, dimana semuanya berada di bawah 10 dan nilai tolerance lebih dari 0,1. Hal ini berarti bahwa variabel-variabel bebas yang digunakan dalam penelitian tidak menunjukkan adanya gejala multikolonieritas, yang berarti bahwa semua variabel  tersebut dapat digunakan sebagai variabel yang saling independen.
 
4.  Uji Heteroskedastisitas
Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan Scatterplot. Jika tidak terdapat variabel yang signifikan maka dapat disimpulkan tidak  adanya masalah heteroskedastisitas. Hasil pengujian pada Gambar 13
 

Hasil pengujian heteroskedastisitas  menunjukkan tidak terdapat pola yang jelas dari titik-titik tersebut. Hal ini menunjukkan  bahwa model regresi tidak memiliki gejala adanya heteroskedastisitas, yang berarti bahwa tidak ada gangguan yang berarti dalam model regresi ini.
5.  Uji Normalitas
Pengujian normalitas dilakukan terhadap residual regresi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan grafik P-P Plot. Data yang normal adalah data  yang membentuk titik-titik yang menyebar tidak jauh dari garis diagonal. Hasil  analisis regresi linier dengan  grafik normal P-P Plot terhadap residual error model  regresi diperoleh sudah menunjukkan adanya pola grafik yang normal, yaitu adanya sebaran titik yang berada tidak jauh dari garis diagonal. Seperti gambar 14Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa titik-titik berada tidak jauh dari garis diagonal. Hal ini berarti bahwa model regresi tersebut sudah berdistribusi normal.
 
6.  Uji Hipotesis
Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh secara parsial variabel independen (promosi, harga, kualitas produk dan layanan purna jual) terhadap variabel dependen (keputusan pembelian). Berikut akan dijelaskan pengujian masing-masing variabel secara parsial.
Tabel 15
Hasil Uji t

Coefficientsa
Model    Unstandardized Coefficients    Standardized Coefficients    t    Sig.    Collinearity Statistics
    B    Std. Error    Beta            Tolerance    VIF
1    (Constant)    .912    2.391        .381    .704       
    X1    .412    .088    .458    4.688    .000    .855    1.170
    X2    .161    .079    .189    2.041    .045    .950    1.052
    X3    .205    .087    .234    2.352    .021    .823    1.214
    X4    .161    .088    .171    1.823    .072    .924    1.082
a. Dependent Variable: X5

Hasil uji t variabel X1  (promosi) diperoleh nilai t hitung = 4.688 dengan tingkat signifikansi 0,000 Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, didapat t tabel sebesar 1,9908. Ini berarti t hitung > t tabel, yang berarti Ho ditolak dan Hi diterima. Dengan demikian maka, hipotesis pertama dapat diterima. Arah koefisien regresi positif berarti bahwa Promosi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa Promosi yang semakin baik akan mempercepat keputusan pembelian konsumen.
Hasil uji t variabel X2  (harga) diperoleh nilai t hitung = 2.941 dengan tingkat signifikansi 0,045. Dengan menggunakan batas  signifikansi 0,05, didapat t table sebesar 1,9908.  Ini berarti t hitung > t tabel, yang berarti Ho ditolak dan Hi diterima. Dengan demikian maka, hipotesis kedua dapat diterima. Arah koefisien regresi positif berarti bahwa harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa harga yang semakin terjangkau  akan mempercepat keputusan pembelian konsumen.
Hasil uji t untuk variabel X3 ( kualitas produk) diperoleh nilai t hitung = 2.352 dengan tingkat signifikansi 0.21. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, didapat t tabel sebesar 1,9908. Ini berarti t hitung > t tabel, yang berarti Ho ditolak dan Hi diterima. Dengan demikian maka, hipotesis ketiga dapat diterima. Arah koefisien regresi positif berarti bahwa kualitas produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa kualitas produk yang semakin baik akan mempercepat keputusan pembelian konsumen.
Hasil uji t untuk variabel X4  (layanan purna jual) diperoleh nilai t hitung = 1.823 dengan tingkat signifikansi 0,72. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, didapat t tabel sebesar 1,9908. Ini berarti t hitung < t tabel, yang berarti Ho diterima dan Hi ditolak. Dengan demikian maka hipotesis keempat tidak diterima. Arah koefisien regresi negatif berarti bahwa layanan purna jual tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa layanan purna jual motor Honda tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel promosi, harga, kualitas produk dan layanan purna jual secara parsial maupun secara  bersama-sama terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda. Perhitungan statistik dalam analisis regresi linier berganda selengkapnya ada pada lampiran dan dijelaskan pada Tabel 16 sebagai berikut :


Tabel 16
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Coefficientsa
Model    Unstandardized Coefficients    Standardized Coefficients    t    Sig.    Collinearity Statistics
    B    Std. Error    Beta            Tolerance    VIF
1    (Constant)    .912    2.391        .381    .704       
    X1    .412    .088    .458    4.688    .000    .855    1.170
    X2    .161    .079    .189    2.041    .045    .950    1.052
    X3    .205    .087    .234    2.352    .021    .823    1.214
    X4    .161    .088    .171    1.823    .072    .924    1.082
a.    Dependent Variable: X5
Model persamaan regresi yang dapat dituliskan dari hasil tersebut dalam bentuk persamaan regresi standardized adalah sebagai berikut :
Y = 0.458 X1 + 0.189 X2 + 0,234 X3 + 0,171 X4

7. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar variabel-variabel bebas memiliki pengaruh terhadap variabel terikatnya. Nilai koefisien determinasi untuk variabel bebas lebih dari 2 digunakan adjusted R square, sebagai berikut :
Tabel 17
Koefisien Determinasi

Model Summaryb
Model    R    R Square    Adjusted R Square    Std. Error of the Estimate    Durbin-Watson
1    .622a    .387    .354    1.631    1.781
a. Predictors: (Constant), X4, X1, X2, X3
b. Dependent Variable: X5

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS versi 19 dapat diketahui bahwa koefisien determinasi (adjusted R2) yang diperoleh sebesar 0.354 Hal ini berarti 35.4% keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel promosi, harga, kualitas produk dan layanan purna jual, sedangkan sisanya yaitu 64,6% keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.



PEMBAHASAN
Secara umum penelitian ini menunjukkan hasil analisis deskriptif bahwa kondisi penilaian responden terhadap variabel-variabel penelitian ini secara umum sudah cukup baik. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya penilaian yang tinggi dari responden terhadap indikator pertanyaan yang diajukan. Dari hasil tersebut selanjutnya diperoleh bahwa tiga variabel  independen yaitu promosi, harga dan kualitas produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda pada konsumen di Semarang. Sedangkan terdapat satu variabel yang tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian yaitu variabel Layanan purna jual
 
PENUTUP
1.    Simpulan
Dari rumusan masalah penelitian yang telah diajukan, maka analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, dapat ditarik beberapa kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.    Berdasarkan analisis secara parsial, ternyata hasil penelitian membuktikan bahwa tiga variabel independen yaitu  promosi, harga, dan kualitas produk mempunyai pengaruh positif  dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian  sepeda motor Honda. Sedangkan satu variabel independen yaitu layanan purna jual tidak memiliki pengaruh yang signifikan bagi responden dalam menentukan keputusan membeli sepeda motor Honda. Artinya menurut responden, ketiga variabel independen yaitu promosi, harga, dan kualitas produk dianggap penting ketika akan membeli sepeda motor Honda sedangkan variabel layanan purna jual tidak mempengaruhi secara signifikan keputusan pembelian sepeda motor Honda.
b.    Hasil pengujian regresi berganda menunjukkan bahwa semua variabel independen (promosi, kualitas produk, harga dan layanan purna jual) berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Pengaruh positif terbesar terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda pada Konsumen di Semarang adalah  pada variabel promosi dengan koefisien 0,458, kemudian diikuti oleh variabel kualitas produk dengan koefisien 0,234, selanjutnya variabel harga dengan koefisien 0,189, sedangkan variabel yang berpengaruh  paling rendah yaitu variabel layanan purna jual dengan nilai koefisien 0,171 
 
2. Saran
1.    Dilihat dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa variabel promosi sangat berpengaruh signifikan bagi responden dalam menentukan keputusan pembelian. Untuk itu sebaiknya pihak perusahaan harus lebih menciptakan iklan yang efektif mempengaruhi  masyarakat untuk membeli produknya. Honda harus lebih menciptakan inovasi-inovasi di semua motor yang diproduksi
2.    Untuk meningkatkan penjualannya Honda harus mampu menciptakan sepeda motor dengan harga yang lebih terjangkau dan, murah dengan kualitas yang baik.
3.    Tenaga teknisi yang berpengalaman dalam memberikan pelayanan servis yang cepat agar konsumen tidak lama menunggu, pelayanan yang rama, penyambutan yang ramah kepada konsumen yang datang, penyediaan ruang tunggu yang nyaman dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan ketika konsumen menunggu, potongan harga kepada konsumen langganan juga dapat memberi nilai lebih.. 
4    Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk memperbaiki kuesioner dari variabel layanan purna jual agar lebih menggambarkan hipotesis penelitian sehingga dapat berpengaruh signifikan.



DAFTAR PUSTAKA


Basu Swastha dan T. Hani Handoko. 1997. Manajemen Pemasaran : Perilaku Konsumen. Edisi 3. Yogyakarta : Liberty.

Basu Swastha. 2006. Manajemen Pemasaran. Yogyakarta : Liberty.

Basu Swastha. 2007. Azas-azas Marketing. Yogyakarta : Liberty

Fandy Tjiptono. 2000. Manajemen Jasa. Edisi Kedua. Yogyakarta : Andi.

Fandy Tjiptono. Strategi Pemasaran. 2001. Yogyakarta : Andi.

Hahn, Fred. E dan Mangun, Kenneth. G. 2002. Beriklan dan Berpromosi Sendiri. Jakarta: PT. Grasindo.

Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Kotler, Philip. 1996. Manajemen Pemasaran: Analisis Perencanaan Implementasi dan Pengendalian. Jilid 2. Jakarta: PT. Prenhallindo.

Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran Analisis Perencanaan Implementasi dan Kontrol, Jilid 1. Jakarta : PT. Prenhallindo.

Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran. Edisi Millenium, Jilid 2. Jakarta : PT. Prenhallindo.

Kotler, Philip. 2004. Manajemen Pemasaran. Edisi Millenium. Jakarta : PT. Prenhallindo

Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran. Jakarta : Gramedia.

Nawal. 2008. Pengaruh Produk dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Rumah Graha Taman Bunga pada PT.Karyadeka Alam Lestari Kota BSB-Semarang. UNDIP

Soehardi Sigit, 1987, Marketing Praktis, Yogyakarta : Liberty.

Stanton, William J. 1998. Prinsip Pemasaran. Edisi 9. Jakarta : Erlangga.

T. Hani Handoko. 2000. Manajemen Pemasaran : Analisa Perilaku Konsumen. Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE.

www.aisi.or.id,  www.astra-honda.com,  www.google.co.id,  www.kompas-otomotif.com

Sun, 21 Apr 2013 @13:21

Copyright © 2014 TEAM IT Universitas Pandanaran semarang · All Rights Reserved