Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Pandanaran Semarang
Jurnal-sosioekotekno
EDISI 2014 VOL 2
sosioekotekno -Terbit 6 bulan sekali
jurnal ilmiah mahasiswa unpand
image

jurnal-sosioekotekno.org

02470797974


universitas pandanaran semarang
SLINK
INFO PPMB UNPAND www.unpand.ac.id

BEAYA STUDI UNPAND
    KELAS REGULER PAGI

 

    KELAS KARYAWAN SORE


    KELAS AKHIR PEKAN

 PENDAFTARAN ONLINE www.unpand.ac.id

 atau hub 024 70797974

 

Redaksi sosioekotekno

SosioEkoTekno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Pandanaran
Mengkaji masalah-masalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Terbit 6 bulan sekali


Penerbit
Universitas Pandanaran


Penanggung Jawab
Rektor Universitas Pandanaran


Mitra Bestari
Harini Krisniati
Djoko Marsudi
Sri Praptono



Redaksi
Erwin Dwi Edi Wibowo (Pemred)
Widi Astuti
Anief Rufiyanto
Hermawan Budiyanto
MM. Minarsih
M Maria Sudarwani


Sekretaris Redaksi
Sri Subekti
Abrar Oemar


Tata Usaha
M Mahfud Efendi
Kusparyati




Alamat Redaksi
Jl. Banjarsari Barat 1 Banyumanik Semarang
Telp. 024 70797974   Facs. 024 76482711
e-mail info@unpand.ac.id

PENGARUH BUDAYA KAIZEN DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA BMT SYARIAH SEJAHTERA NGEMBAL BAE KUDUS

PENGARUH BUDAYA KAIZEN DAN KEPEMIMPINAN
TERHADAP KINERJA BMT SYARIAH SEJAHTERA
NGEMBAL BAE KUDUS
Achmad Arif Riyanjaya *)

Abstrak
Penelitian ini mengambil judul : “Pengaruh Budaya Kaizen Dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja BMT Syariah Sejahtera Ngembal Bae Kudus”perumusan masalah adalah Sebagian besar kariyawan di BMT syariah Sejahtera Ngembal Bae Kudus belum mengerti tentang budaya Kaizen, Aspirasi dan masukan-masukan kurang diperatikan oleh pemimpin BMT syariah Sejahtera Ngembal Bae Kudus, Pemimpin BMT syariah Sejahtera Ngembal Bae Kudus kurang peka terhadap kondisi dilapangan sehingga masalah-masalah yang timbul tidak bisa cepat teratasi.
Adapun tujuan dari penelitian ini yang hendak dicapai adalah:Untuk mengetahui pengaruh budaya kaizen terhadap kinerja BMT Syariah Sejahtera Bae Ngembal Kudus, Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja BMT Syariah Sejahtera Bae Ngembal Kudus, Untuk mengetahui pengaruh budaya kaizen dan kepemimpinan terhadap kinerja BMT Syariah Sejahtera Bae Ngembal Kudus. Kegunaan diharapkan adalah: Mengembangkan khasanah ilmu pengetahuan ekonomi. Dapat memberikan bukti empiris ada tidaknya pengaruh budaya kaizen dan kepemimpinan terhadap kinerja perusahaan. Dapat memberikan kontribusi pada praktisi, terutama terkait dengan kepemimpinan dan sumber saya manusia
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi berganda yang sebelumnya dilakukan beberapa uji diantara uji validitas dan reliabilitas item, uji asumsi klasik dan uji hipotesis.
Hasi dari penelitian ini adalah adanya pengaruh psositif dan signifikan budaya kaizen dan kepemimpinan terhadap kinerja perusahaan baik secara parsial maupun simultan. Hal ini dibuktikan dengan nilai uji F yang mempunyai nilai yag tinggi yaitu 49.499 dan nilai nilai t dari setiap variable bebas yang lebih besar dari t table 3.192 dan 2.59. nilai r 78.6 hal ini menunjukkan bahwasanya pengaruh dari kedua variable adalah 78.6%.
Kata kunci: budaya kaizen, kepemimpinan,kinerja perusahaa
A.    Pendahuluan
Dewasa ini, pengukuran kinerja perusahaan menjadi hal yang sangat penting bagi manajemen untuk melakukan evaluasi terhadap performa perusahaan dan perencanaan tujuan di masa mendatang. Berbagai informasi dihimpun agar pekerjaan yang dilakukan dapat dikendalikan dan dipertanggungjawabkan. Hal ini dilakukan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pada seluruh proses bisnis perusahaan. Gambaran mengenai kinerja perusahaan bisa didapatkan dari dua sumber, yakni informasi finansial dan informasi nonfinansial. Informasi financial didapatkan dari penyusunan anggaran untuk mengendalikan biaya. Sedangkan informasi nonfinansial merupakan faktor kunci untuk menetapkan strategi yang dipilih guna melaksanakan tujuan yang telah ditetapkan.
Peningkatan kinerja suatu perusahaan harus berdampak pada peningkatan kinerja keuangan, maka sudah selayaknya pandangan terhadap kinerja perusahaan dalam jangka panjang bukan saja dipandang dari sisi keuangan saja tetapi juga non keuangan seperti proses bisnis internal, kapabilitas dan komitmen personelnya (Srimindarti, 2004), karena hal tersebut berhubungan langsung dengan hasil akhir yang berkelanjutan. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa pengukuran kinerja yang hanya berdasarkan kinerja keuangan saja memiliki kelemahan, yaitu tidak mampu untuk mempresentasikan kinerja aktiva tak berwujud (intangible asset) dalam laporan keuangan secara memadai, padahal struktur harta/ aset perusahaan di era informasi ini justru didominasi oleh aktiva tak berwujud yang merupakan harta-harta intelektual seperti sistem, teknologi, skill, enter-preneurship karyawan, loyalitas konsumen, kultur organisasi, dan kepuasan pelanggan (Sudibyo, 1997).
Flippo (1984 : 3) menyebutkan bahwa Pembinaan SDM (human resource development) akan dapat menumbuhkan Sense of Belonging, yaitu rasa memiliki terhadap perusahaan, loyalitas, dan dedikasi kepada perusahaan, meningkatkan kerjasama tim, komunikasi antar bagian, dan hubungan antar manusia, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi kerja dan efektivitas perusahaan untuk mencapai produktivitas yang tinggi
Kaizen atau perbaikan secara berkelanjutan adalah perbaikan proses secara terus-menerus untuk selalu meningkatkan mutu dan produktifitas out-put. Kaizen Pertama kali diperkenalkan oleh Taichi Ohno, mantan Vice President Toyota Motors Corporation. Disamping memperkenalkan Kaizen, Ohno juga memperkenalkan Just-in-Time pada perusahaan tersebut (Hardjosoedarmo, 2004 : 147)
Apabila hal ini sudah disadari dan dihayati, serta rasa memiliki  oleh seluruh SDM sudah tertanam dalam perusahaan, maka kondisi ini akan memberi semangat dan kekuatan yang dapat memberdayakan (empower) Sumber Daya Manusia untuk mewujudkan misi perusahaan melalui kegiatan sehari-hari.
B.    Permasalahan
    Bagaimana meningkatkan kinerja BMT SYARIAH SEJAHTERA Ngembal Bae Kudus agar usaha tersebut semakin berkembang di tengah persaingan yang sangat ketat. Adapun pertanyaan penelitiannya adalah :
1.    Bagaimana pengaruh budaya kaizen terhadap kinerja BMT SYARIAH SEJAHTERA Ngembal Bae Kudus?
2.    Bagaimana pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja BMT SYARIAH SEJAHTERA Ngembal Bae Kudus?
3.    Bagaimana pengaruh budaya kaizen dan kepemimpinan terhadap kinerja BMT SYARIAH SEJAHTERA Ngembal Bae Kudus?

C.    Kerangka Pemikiran
perusahaan selama periode waktu tertentu, merupakan hasil atau prestasi yang dipengaruhi oleh kegiatan operasional perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya-sumber daya yang dimiliki. Semakin tinggi tingkat keadaan positif yang dimiliki semakin tinggi juga hasil kinerja perusahaan BMT syariah Sejahtera. Hal ini tentunya teroengaruh dari hasil kerja selain SDM juga sistem kepemimpinan yang dimiliki oleh BMT Syariah Sejahtera. Budaya selalu memperbaiki dan selalu menuju kepada peningkatan kerja selalu terbangun dalam lembaga ini yang tentunya juga didukung oleh pemimpin dengan kepemimpinan yang baik sehingga pada ujungnya mampu meningkatkan kinerja perusahaan kea rah positif.
Berikut ini kami sajikan kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini:





Mengacu bangunan teori yang dijadikan landasan studi ini, diajukan hipotesis penelitian sebagai berikut:
    H1    =    Budaya Kaizen berpengaruh positif terhadap kinerja BMT Syariah Sejahtera Ngembal Bae Kudus.
    H2    =    Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja BMT Syariah Sejahtera Ngembal Bae Kudus.
    H3    =    Budaya Kaizen dan Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja BMT Syariah Sejahtera Ngembal Bae Kudus.



D.    Metode Penelitian

Variabel penelitian terdiri dari variabel dependen (Y) dan variabel independen (X). Variabel dependen yaitu variabel yang keberadaannya dipengaruhi oleh variabel lainnya dan dinotasikan dengan Y (Sritua Arief, 2006), sedangkan variabel independen adalah variabel bebas (tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya) dan dinotasikan dengan X (Sritua Arief, 2006). Pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yaitu pendekatan yang menekankan analisa dan data-data numerical atau angka yang diolah dengan metode statistic. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer ini diperoleh langsung dari karyawan dan nasabah BMT dengan menggunakan instrumen kuesioner.
Kepemimpinan Terhadap Kinerja BMT secara langsung yaitu di BMT Syariah Sejahtera Ngembal Bae Kudus.
Populasi penelitian meliputi karyawan BMT Syariah Sejahtera Ngembal Bae Kudus. Penentuan jenis populasi ini didasarkan alasan bahwa yang akan diuji adalah Budaya Kaizen dan Kepemimpinan. Model yang digunakan dalam penentuan sampel yaitu dengan metode Sample jenuh.(Husaen Umar, 2002:137)
Adapun jumlah karyawan  BMT Syariah Sejahtera Ngembal Bae Kudus tahun pelajaran 2010/2011 adalah 30 karyawan. maka dengan berpedoman pada data tabel sampel sugiono signifilasi 5% dari jumlah populasi sebesar 30 karyawan diambil sempel 30.
Variabel penelitian adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.(ruslan, 1996:99) Memahami variable dan kemampuan menganalisa setiap variable yang lebih kecil (sub variable) merupakan syarat mutlak bagi penelitian. Variabel dan sub variable (Indikator) dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :



Tabel.3.1.
Variabel dan indikator
konsep    variabel    indikator
Budaya Organisasi    1.    Budaya Kaizen (X1)
    1)    Pendidikan dan latihan
        2)    Penyelia
        3)    kedisiplinan
        4)    Suasana kerja
Kepemimpinan    2.    Kepemimpinan    1)    Keteladanan pemimpin
        2)    Teknik hubungan antar manusia
Kinerja perusahaan    Kinerja perusahaan(Y)    1)    Kuantitas
        2)    Kualitas
        3)    Ketepatan Waktu
Dalam penelitian ini, metode yang dikumpulkan untuk mengumpulkan data yang diperlukan diselaraskan dengan jenis penelitian yang ada, karena penelitian ini berfokus pada penelitian lapangan ( field research), maka metode yang digunakan Metode Angket.
Metode angket adalah metode pengumpulan data dengan menyodorkan sejumlah pertanyaan kepada responden yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau dalam hal-hal yang diketahui. Metode angket dapat diartikan sebagai metode pengumpulan data melalui pertanyaan tertulis yang disusun dan disebarkan guna mendapatkan keterangan atau informasi dari sumber data berupa orang. Metode ini penulis gunakan untuk mencari data-data tentang budaya kaizen dan kepemimpinan serta Kinerja Perusahaan di BMT Syariah Sejahtera Ngembal Bae Kudus.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif, yaitu suatu jenis penelitian yang menggunakan rancangan penelitian berdasarkan prosedur statistik atau dengan cara lain dari kuantifikasi untuk mengukur variabel penelitiannya (Chabib Mustofa : 2011).
Adapun tahapan penelitian yang ditempuh adalah sebagai berikut :
1.    Analisis Diskriptif
Analisis ini merupakan suatu analisis yang menguraikan data hasil penelitian tanpa melakukan pengujian. Mengenai gambaran umum responden yang menunjukkan kedisiplinan dan budaya kaizen  responden.
2.    Uji Validitas dan Reliabilitas
Untuk memperoleh informasi yang releven dengan cukup tinggi kesahihannya, maka angket yang digunakan perlu diuji lebih dulu.
a.    Uji Validitas Instrumen
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Untuk menguji validitas intrumen dapat dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel.(Gozali, 2002:42) Memakai rumus teknik korelasi  product moment.(Husain Umar, 2002:111) sebagai berikut
rxy =         (1)
Di mana :
X = Jumlah sekor tiap item
Y = Jumlah total tiap item
N = Jumlah responden
b.    Uji Reliabilitas
Instrumen dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha >0,60. Untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data.untuk mencari reliabilitas digunakan teknik dari cronbach.

3.    Uji Asumsi Klasik
a.    Uji Multikolinearitas,
Pengujian multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah antara variabel bebas terdapat hubungan atau saling berkorelasi. Cara yang dipakai untuk mendeteksi gejala multikolinieritas adalah dengan melihat VIF (variance inflation factor), jika nilai VIF kurang dari angka 10, maka tidak terjadi multikolinieritas.
Hasil pengujian multikolinieritas di bawah ini menunjukkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinieritas pada semua variabel penjelas model regresi yang digunakan yaitu budaya kaizen  (X1), kedisiplinan(X2) dan motivasi kerja (X3) karena semua nilai VIF kurang dari angka 10.
b.    Uji Heteroskedastisitas,
Uji ini dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi yang dilakukan dalam penelitian ini terjadi ketidaksamaan varians dari pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. Model regresi yang baik adalah jika tidak ada terjadi heteroskedastitas (varians berbeda). Dasar pengambilan keputusan adalah (1) jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebur kemudian menyempit), maka telah terjadi heteroskedastisitas, (2) jika tidak ada pola  yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
c.    Uji Autokorelasi
Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi   antara variabek rambang (pengganggu) pada periode t dengan kesalahan penganggu pada periode t-1(sebelumnya). Untuk mengetahui apakah pada model regresi mengandung  autokorelasi dapat digunakan pendekatan durbin waston test.

 Hipotesis yang akan di uji adalah
Ho     : Tidak ada autokorelasi (r = 0)
HA     : Ada autokorelasi ( r ≠ o)

Table 3.2.
Table Auto Korelasi
Hipotesis nol    Keputusan    Jika
Tidak ada autokorelasi
Tidak ada autokorelasi
Tidak ada korelasi negatif
Tidak ada korelasi negatif
Tidak ada autokorelasi
Positif atau negatif    Tolak
No desicison
Tolak
No desicison
Tidak di tolak    o < d < d1
d1 ≤ d ≤ du
4- d1 < d < 4
4- du ≤ d ≤ 4- d1
du < d < 4- du



d.    Uji Normalitas
Bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk menguji apakah distribusi data normal atau tidak dengan menggunakan analisis grafik.
4.    Analisis statistik
a.    Analisis Regresi Berganda
Analisis ini dilakukan untuk menguji hipotesa dari penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya, yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel budaya kaizen dan kepemimpinan terhadap Kinerja Perusahaan.
Ada tidaknya pengaruh dapat diteruskan dengan rumus product moment, sebagai berikut :
 
Keterangan :
Rxy : Koefisien korelasi product moment antara variabel X dan Y.
X     : Variabel budaya kaizen dan kepemimpinan.
Y     : Variabel kinerja perusahaan.
XY  : Perkalian antara X dan Y.
N     : Jumlah subyek yang diteliti.
Σ      : Sigma (jumlah).
Dalam penelitian ini menggunakan rumus persamaan regresi ganda untuk menganalisis data. Bentuk persamaan garis regresi ganda adalah sebagai berikut.

Rumus :
Y     =   a  +  b1 x1  +  b2 x2  +  b3 x3  +  e        (4)
Dimana :
Y        =    Kinerja Perusahaan
a, b1, b2, b3    =    Koefisien Regresi
x1        =    budaya kaizen
x2        =    kepemimpinan
e        =    Erro

b.    Uji F
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah secara koefisien regresi variabel bebas mempunyai peengaruh nyata atau tidak terhadap variable tergantung. formula uji F sebagi berikut :
F =          (5)
Di mana:
R²     = Koefisien determinasi
k      = Jumlah variabel
N     = Jumlah sampel
Pengujian melalui uji F ini dengan jalan membandingkan F hitung dengan  prob α =0,005, yaitu pada taraf nyata  yang digunakan sebesar 5% (0,05), dengan derajat kebebasan df= (k-1) (n-k-1), maka bila F hitung > α variabel bebas mampu memberikan penjelasan terhadap variasi pada variabel tergantunya, atau dengan kata lain bahwa model analisis yang digunakan adalah sesuai hipotesa.
c.    Menghitung koefisien determinasi (R)
Digunakan untuk mengukur ketepatan dari model analisis yang dibuat. Nilai koefisien determinasi digunakan untuk mengukur besarnya sumbangan dari variable bebas yang diteliti terhadap variasi variable tergantung. Bila R² mendekati angka satu maka dapat di-katakan bahwa sumbangan dari variabel bebas terhadap variabel tergantung semakin besar. Hal ini berarti model yang digunakan semakin  kuat untuk menerangkan variasi variable tergantung. koefisien determinasi digunakan rumus sebagai berikut perhitungan melalui SPSS.
d.    Uji-t (parsial)
Digunakan untuk mengetahui masin-masing sumbangan variable bebas secara parsial terhadap variabel tergantung, menggunakan uji masing-masing koefisien regresi variable bebas apakah mempunyai pengaruh yang bermakna atau tidak terhadap variable terikat.
Bentuk pengujiannya adalah sebagai berikut :
Ho : bi = b1= b2  <=0 artinya tidak terdapat pengaruh yang nyata  antara Xi dengan Y. Ho : bi = b1= b2  < # 0, ada pengaruh bermakna antara Xi dengan Y. Dengan menggunakan tingkat kenyakinan 95% kemudian dibandingkan dengan t hitung, Apabila nilai t hitung < prob α (0,05) maka Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel budaya kaizen dan kepemimpinan terhadap Kinerja Perusahaan. Apabila nilai t hitung > prob α  (0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel budaya kaizen dan kepemimpinan terhadap Kinerja Perusahaan.

E.    Hasil dan Pembahasan
Deskripsi Objek Penelitian
KJKS (BMT) Syari’ah Sejahtera Kudus merupakan lembaga keuangan mikro Syari’ah berakte notaris Lianty Achwas, SH yang beralamat Jl. Mulya No. 46 pada tanggal 7 Januari 2007. KJKS BMT Syari’ah Sejahtera telah berbadan hukum dengan  Nomor 503/04/BH/21/2006 pada tanggal 6 Pebruari 2006. Sejarah pendirian BMT Syari’ah Sejahtera Kudus diprakarsai oleh dosen-dosen jurusan Syari’ah yang memiliki Program Studi Ekonomi Islam dan belum memiliki laboratorium keuangan Syari’ah. Berdasarkan pemikirian tersebut diatas, maka dosen-dosen Syari’ah dan Ekonomi Islam akhirnya membentuk lembaga keuangan Syari’ah yang dinamakan  “BMT SYARI’AH SEJAHTERA”.
Sebagaimana lembaga keuangan lain, BMT Syari’ah Sejahtera didirikan oleh 20 orang anggota.
Saat pendirian jumlah simpanan pokok per orang sebesar Rp. 2.000.000 sehingga jumlah initial investment saat pendirian sebesar Rp. 40.000.000.
Dilihat struktur kepersonaliaan, BMT Syari’ah Sejahtera pada saat pendirian memiliki sebanyak 1 (satu) orang karyawan, dan sistem pengelolaan diintegrasikan antara pengurus dan pengelola. Dengan demikian, ketua pengurus sekaligus sebagai manajer BMT Syari’ah Sejahtera. Penyatuan tersebut berdasarkan rapat pengurus dan pertimbangan efektifitas dan efisiensi.
Lokasi KJKS BMT Syari’ah Sejahtera berada di Jalan Conge Ngembalrejo Bae Kudus, tepatnya di depan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan, seperti dekat dengan STAIN Kudus sehingga memiliki kemudahan akses untuk pratikum mahasiswa, market locations access, serta dekat dengan pasar tradisional, dengan harapan keanggotaannya dapat berkembang dan dikembangkan sampai pada sektor mikro riil (pedagang pasar, UKM dan petani) sekitar kampus.

Uji Validitas dan reliabilitas Instrumen
. Uji keandalan dilakukan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang sudah valid untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran kembali, terhadap gejala yang sama. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 11 yang hasilnya dapat disederhanakan sebagai berikut :
a.     Variabel Budaya kaizen (X1)
Berdasarkan hasil pengujian validitas tersebut, pada variabel Budaya kaizen yang terdiri dari 15 pertanyaan semua itemnya valid dan mempunyai nilai koefisien korelasi (r) diatas 0,381 atau memiliki nilai koefisien probabilitas di bawah 0,05 serta mempunyai nilai alpha cronbach di atas koefisien keandalan 0,6. Hal ini dapat dinyatakan instrumen untuk variabel Budaya kaizen adalah reliabel. Untuk tingkat validitas, dilakukan uji signifikan dengan membandingkan nilai r hitung dan r tabel untuk Degree of freedom (df) = n – k. Dalam hal ini n adalah jumlah populasi dan k adalah jumlah konstruk. Pada kasus ini besarnya df dapat dihitung 30 – 3 atau df = 27 dengan alpha 0,05 didapat r tabel 0,381. jika r hitung (untuk r tiap butir dapat dilihat pada kolom corrected item-total corelation) lebih besar dari r tabel dan nilai r posistif. Dengan demikian maka variabel Budaya kaizen dapat dilakukan pengujian ke tahap selanjutnya.

****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******

  R E L I A B I L I T Y   A N A L Y S I S   -   S C A L E   (A L P H A)
Item-total Statistics
               Scale          Scale      Corrected
               Mean         Variance       Item-            Alpha
              if Item        if Item       Total           if Item
              Deleted        Deleted    Correlation        Deleted

X1            49.5333        67.6368        .4784           .9055
X2            49.5667        64.8747        .7047           .8970
X3            49.5000        67.9828        .7250           .8987
X4            49.1667        63.6609        .6464           .8994
X5            49.6333        67.4126        .6239           .9003
X6            49.5333        67.5678        .5359           .9031
X7            49.4333        66.9437        .5876           .9013
X8            49.5000        68.1897        .5199           .9036
X9            49.5667        68.5989        .4135           .9079
X10           49.5000        66.1207        .7781           .8959
X11           49.6000        64.1793        .6921           .8973
X12           49.1667        65.2471        .5915           .9015
X13           49.5333        69.1540        .4450           .9060
X14           49.7667        64.8057        .7029           .8971
X15           49.4667        65.9126        .6296           .8998
Reliability Coefficients
N of Cases =     30.0                    N of Items = 15
Alpha =    .9070


b.     Variabel Kepemimpinan (X2)
Berdasarkan hasil pengujian validitas tersebut ternyata dari 20 pertanyaan untuk mengukur variabel Kepemimpinan (X2) semuanya valid dan mempunyai nilai koefisien (r) di atas 0,381 atau memiliki nilai koefisien probabilitas di bawah 0,05 serta mempunyai nilai alpha cronbach di atas koefisien keandalan 0,6. Hal ini dapat dinyatakan instrumen untuk variabel Kepemimpinan adalah reliabel. Untuk tingkat validitas, dilakukan uji signifikan dengan membandingkan nilai r hitung dan r tabel untuk Degree of freedom (df) = n – k. Dalam hal ini n adalah jumlah populasi dan k adalah jumlah konstruk. Pada kasus ini besarnya df dapat dihitung 30 – 3 atau df = 27 dengan alpha 0,05 didapat r tabel 0,381. jika r hitung (untuk r tiap butir dapat dilihat pada kolom corrected item-total corelation) lebih besar dari r tabel dan nilai r posistif. Dengan demikian maka variabel Kepemimpinan dapat dilakukan pengujian ke tahap selanjutnya.


****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis *****
  R E L I A B I L I T Y   A N A L Y S I S   -   S C A L E   (A L P H A)
Item-total Statistics
               Scale          Scale      Corrected
               Mean         Variance       Item-            Alpha
              if Item        if Item       Total           if Item
              Deleted        Deleted    Correlation        Deleted

XX1           42.6333        35.1368        .4061           .9012
XX2           42.3667        32.0333        .6090           .8937
XX3           42.9667        32.8609        .5740           .8950
XX4           42.8333        32.9713        .7004           .8897
XX5           42.8667        33.2230        .5567           .8956
XX6           42.7667        33.6333        .6026           .8936
XX7           42.6667        32.0230        .7867           .8855
XX8           42.8000        32.7172        .6715           .8905
XX9           42.9667        32.1713        .6603           .8908
XX10          42.3333        32.7816        .5774           .8948
XX11          42.8000        33.5448        .5585           .8954
XX12          42.8667        33.3609        .5391           .8964
XX13          42.7333        32.6851        .6799           .8901

Reliability Coefficients
N of Cases =     30.0                    N of Items = 13
Alpha =    .9007
 



c.     Variabel Kinerja Perusahaan (Y)
Berdasarkan hasil pengujian validitas tersebut ternyata dari 20 pertanyaan untuk mengukur variabel Kinerja Perusahaan (Y) semuanya valid dan mempunyai nilai koefisien (r) di atas 0,381 atau memiliki nilai koefisien probabilitas di bawah 0,05 serta mempunyai nilai alpha cronbach di atas koefisien keandalan 0,6. Hal ini dapat dinyatakan instrumen untuk variabel Kinerja Perusahaan adalah reliabel. Untuk tingkat validitas, dilakukan uji signifikan dengan membandingkan nilai r hitung dan r tabel untuk Degree of freedom (df) = n – k. Dalam hal ini n adalah jumlah populasi dan k adalah jumlah konstruk. Pada kasus ini besarnya df dapat dihitung 20 – 3 atau df = 17 dengan alpha 0,05 didapat r tabel 0,381. jika r hitung (untuk r tiap butir dapat dilihat pada kolom corrected item-total corelation) lebih besar dari r tabel dan nilai r posistif. Dengan demikian maka variabel Kinerja Perusahaan dapat dilakukan pengujian ke tahap selanjutnya.

  R E L I A B I L I T Y   A N A L Y S I S   -   S C A L E   (A L P H A)
Item-total Statistics

               Scale          Scale      Corrected
               Mean         Variance       Item-            Alpha
              if Item        if Item       Total           if Item
              Deleted        Deleted    Correlation        Deleted
   
Y1            33.6667        24.8506        .7550           .8990
Y2            33.4667        24.8782        .7162           .9017
Y3            34.1000        26.4379        .6930           .9032
Y4            34.0667        26.1333        .6829           .9035
Y5            33.9000        27.3345        .5363           .9116
Y6            33.9333        26.8920        .5922           .9086
Y7            34.0000        26.2069        .7388           .9008
Y8            33.5667        24.9437        .7181           .9015
Y9            34.0333        27.2747        .6268           .9070
Y10           33.6667        24.8506        .7550           .8990
   
Reliability Coefficients
N of Cases =     30.0                    N of Items = 10
Alpha =    .9125
2.    Uji Asumsi Klasik
Untuk mengetahui apakah suatu data dapat dianalisa lebih lanjut diperlukan suatu uji asumsi klasik agar hasil dan analisa nantinya efisien dan tidak bias. Adapun kriteria pengujian tersebut sebagai berikut :
a.    Uji Multikolinieritas
Pengujian multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah antara variabel bebas terdapat hubungan atau saling berkorelasi. Cara yang dipakai untuk mendeteksi gejala multikolinieritas adalah dengan melihat VIF (variance inflation factor), jika nilai VIF kurang dari angka 10, maka tidak terjadi multikolinieritas.
Hasil pengujian multikolinieritas di bawah ini menunjukkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinieritas pada semua variabel penjelas model regresi yang digunakan yaitu budaya kaizen (X1),  kepemimpinan  (X2) semua nilai VIF kurang dari angka 10.
Tabel 4.2





Hasil Pengujian Multikolinieritas
Berdasarkan hasil pengujian yang tercermin dalam tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinieritas, artinya tidak terjadi hubungan linier antara variabel bebas yang digunakan dalam model regresi.
b.    Uji Heterokedastisitas
Adapun cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dengan melihat grafik plot dengan dasar analisis :
1)    Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi   heteroskedastisitas
2)    Jika tidak ada pola yang jelas, setiap titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi  heteroskedastisitas.,

 

 Terlihat tidak ada pola yang jelas dan titik menybar dibawah dan diatas 0. Sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi kinerja perusahaan berdasarkan masukan variabel budaya kaizen (X1) dan kepemimpinan  (X2).
c.    Uji Autokorelasi
Uji korelasi bertujuan menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Masalah ini timbul karena korelasi residual (kesalahan penggangu) tidak bebas  dari satu observasi ke observasi lainnya.
Pengujian autkorelasi dengan ketentuan sebagai berikut:
1.    Jika d lebih kecil dari dL atau lebih besar dari (4-dL) maka hipotesis nol ditolak yang berarti terdapat autokorelasi
2.    Jika d terletak antara dU dan (4-dU), maka hipotesis nol diterima, yang berarti tidak terdapat auto jorelasi
3.    Jika d terletak antara dL dan dU atau antara (4-dL) dan (4-dU) maka tidak ada kesimpulan pasti.
Dari hasil pengujian autokorelasi nilai Durbin Watson sebesar 2.350, nilai tersebut tersebut berada dalam dU (1.6523) dan (4-1.552=2.448)  jadi tidak ada autokorelasi.

Tabel 4.3
Hasil Uji Autokorelasi




Sumber : Data primer yang diolah, 2012
d.    Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal.
 
Berdasarkan normal probability plot pada gambar sebagaimana terlampir menunjukkan bahwa data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

3.    Uji Hipotesis
a.     Uji Korelasi
Pengaruh budaya kaizen  terhadap kinerja perusahaan pada taraf signifikan 5% diperoleh angka 0,856 dengan db (N) = 30 pada r observasi = 0,361, maka dapat disimpulkan bahwa ro > rt (0,856 > 0,361) yang berarti signifikan, dengan demikian ada atau terdapat korelasi (pengaruh yang positif) antara kedua variabel tersebut yakni variabel independent (budaya kaizen) dan variabel dependent (kinerja perusahaan).
Pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja perusahaan pada taraf signifikan 5% diperoleh angka 0,840 dengan db (N) = 30 pada r observasi = 0,361, maka dapat disimpulkan bahwa ro > rt (0,840 > 0,361) yang berarti signifikan, dengan demikian ada atau terdapat korelasi (pengaruh yang positif) antara kedua variabel tersebut yakni variabel independent (kepemimpinan) dan variabel dependent (kinerja perusahaan).
Tabel 4.4
Hasil Uji Korelasi








b.     Koefisien Determinasi
Menurut Supranto  untuk memperkirakan atau meramalkan nilai variabel dependent (Y), perlu dilakukan perhitungan variabel-variabel lain yang ikut mempengaruhi Y. Dengan demikian antara variabel baik dependent dan independent tentunya mempunyai hubungan atau korelasi. Dalam penelitian ini variabel dependent atau terikat (Y) adalah kinerja perusahaan, selanjutnya variabel independent atau bebas adalah budaya kaizen (X1) dan kepemimpinan  (X2). Hasil analisis korelasi dan regresi berganda dengan menggunakan SPSS versi 11 adalah sebagai berikut :
Tabel 4.5
Hasil Analisis Varians Pengaruh Variabel Independent
Terhadap Variabel Dependent
 
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa korelasi yang terjadi antara variabel bebas terhadap variabel terikat diketahui nilai r = 0,786, hal ini mengindikasikan bahwa variabel bebas (X1) dan (X2) memiliki hubungan terhadap variabel terikat (Y). Adapun hubungan yang terjadi adalah positif dan searah dengan tingkat hubungan yang tinggi.
Dari hasil analisis regresi linier berganda yang terdapat dalam lampiran, diketahui bahwa koefisien determinasi yang dinotasikan dengan R2 besarnya 0,786. Ini berarti variabel kinerja perusahaan dapat dijelaskan oleh variabel budaya kaizen (X1) dan kepemimpinan  (X2) yang diturunkan dalam model sebesar 78,6%, atau dengan kata lain sumbangan efektif (kontribusi) variabel independent terhadap variasi (perubahan) kinerja perusahaan sebesar 78,6%. Variasi kinerja perusahaan bisa dijelaskan oleh variasi dari budaya kaizen (X1) dan kepemimpinan  (X2), jadi sisanya sebesar (100% - 78,6% = 11,4%) kinerja perusahaan dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

c.     Uji Signifikansi Simultan (Uji  Statistik F)
Dari uji anova atau F test didapat F  hitung sebesar 49,499 dengan tingkat probabilitas sebesar 0,000 (signifikansi) karena probabilitas lebih kecil dari 0,05. maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi kinerja perusahaan atau dapat dikatakan bahwa budaya kaizen dan kepemimpinan secara bersama-sama atau secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan.






Ho 3 :     Ada pengaruh yang positif dan signifikan secara bersamaan antara budaya kaizen dan kepemimpinan terhadap kinerja perusahaan.
d.     Analisis regresi
Selanjutnya berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :






Sumber : Data primer yang diolah, 2012
Y = 2,591+0,330x1+0,378x2
Dari persamaan regresi tersebut dapat terlihat bagaimana pengaruh budaya kaizen dan kepemimpinan terhadap kinerja perusahaan pengaruhnya positif menunjukkan bahwa perubahan variabel independent akan searah dengan perubahan kinerja perusahaan. Dari persamaan regresi linier berganda tersebut menunjukkan bahwa variabel budaya kaizen dan kepemimpinan terhadap kinerja perusahaan pengaruhnya positif artinya setiap perubahan pada variabel bebas akan memberikan pengaruh searah terhadap kinerja perusahaan.
Artinya:
2,591    =    tanpa adanya budaya kaizen dan kepemimpinan maka kinerja perusahaan berada pada titik 2,591
0,330    =    jika budaya kaizen diperkuat satu satuan dan variable lainnya tetap maka kinerja perusahaan akan naik sebesar 0,330
0,378    =    jika variable kepemimpinan semakin terpenuhi satu satuan dan variable lainnya tetap maka kinerja perusahaan akan bertambah sebesar 0,378
e.     Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t statistik)
Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini digunakan uji secara parsial (uji t) dengan menggunakan cara :
Tabel 4.7
Hasil Uji t





Sumber : Data primer yang diolah, 2012
H1 = budaya kaizen (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan (Y).
Berdasarkan hasil analisis uji t di atas, untuk variabel bebas (budaya kaizen) menunjukkan probabilitas (0,004) lebih kecil dari tingkat signifikansi (0,05) dan memiliki nilai thitung 3.192 >. Dengan demikian variabel bebas (budaya kaizen) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan.
H2 = kepemimpinan (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan (Y).
Berdasarkan hasil analisis uji t, untuk variabel bebas (kepemimpinan) menunjukkan probabilitas (0,015) yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian kepemimpinan sebagai variabel bebas berpengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang dilakukan secara parsial seperti telah diuraikan dapat diketahui bahwa variabel bebas yaitu budaya kaizen (X1) dan kepemimpinan (X2) secara parsial memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diatarik kesimpulan sebagai berikut :
1.    Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa korelasi yang terjadi antara variabel bebas budaya kaizen terhadap variabel terikat kinerja perusahaan, diketahui nilai r hitung 0,856 > 0.361. Adapun hubungan yang terjadi adalah positif dan searah dengan tingkat hubungan yang tinggi, dan nilai t sebesar 3.192 dengan sig. 0.004 > 0.5. Hal ini mengindikasikan bahwa H1 diterima yang berarti:
H1    = Ada pengaruh positif dan signifikan antara budaya kaizen dengan kinerja perusahaan.
2.    Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa korelasi yang terjadi antara variabel bebas kepemimpinan terhadap variabel terikat kinerja perusahaan, diketahui nilai r hitung 0,840 > 0.361. Adapun hubungan yang terjadi adalah positif dan searah dengan tingkat hubungan yang tinggi, dan nilai t sebesar 2.597 dengan sig. 0.015 < 0.5. Hal ini mengindikasikan bahwa H2 diterima yang berarti:
H2    =     Ada pengaruh positif yang signifikan  antara kepemimpinan terhadap kinerja perusahaan.
3.    Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai F sebesar 49.499 dengan sig. 0.000 yang berarti bahwa ada pengaruh antara budaya kaizen dan kepemimpinan secara simultan terhadap kinerja perusahaan. dengan nilai r2 sebesar 0.786 maka dapat diturunkan menjadi 78.6% pengaruh yang disebabakan kedua variabel independen (budaya kaizen dan kepemimpinan) terhadap variabel dependen (kinerja perusahaan)    
H3    =     Ada pengaruh positif yang signifikan  secara bersamaan antara budaya kaizen dan kepemimpinan guru terhadap kinerja perusahaan.

F.    Kesimpulan dan Saran.
A.    Saran
Berdasatkan kesimpulan di atas diajukan saran-saran sebagai berikut:
1.    Pemimpin hendaknya mengefektifkan perusahaan baik dari aspek institusi maupun manajerialnya. Untuk melaksanakan program tersebut disamping diperlukan dana, tenaga ahli, pengelolaan, dan perlunya membangun mitra kerjasama dengan lingkungan, masih diperlukan dukungan action plan yang sistematik.
2.    Perlu dilakukan kekuasaan kompetensi. Kekuasaan kompetensi ini adalah kompetensi maksimal yang seharusnya dimiliki oleh karyawan. Oleh karena itu dimungkinkan perlu dilakukan kepemimpinan yang mampu memotovasi karyawan.
Karena ada korelasi positif dan signifikan antara budaya kaizen dan kepemimpinan dengan pkinerja perusahaan, maka dimungkinkan perlu adanya pemikiran yang lebih untuk lebih memberdayakan dan merekayasa lingkungan kerja sehingga karyawan dan seluruh anggota bisa nyaman

Sun, 21 Apr 2013 @11:44

Copyright © 2014 TEAM IT Universitas Pandanaran semarang · All Rights Reserved