Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Pandanaran Semarang
Jurnal-sosioekotekno
EDISI 2014 VOL 2
sosioekotekno -Terbit 6 bulan sekali
jurnal ilmiah mahasiswa unpand
image

jurnal-sosioekotekno.org

02470797974


universitas pandanaran semarang
SLINK
INFO PPMB UNPAND www.unpand.ac.id

BEAYA STUDI UNPAND
    KELAS REGULER PAGI

 

    KELAS KARYAWAN SORE


    KELAS AKHIR PEKAN

 PENDAFTARAN ONLINE www.unpand.ac.id

 atau hub 024 70797974

 

Redaksi sosioekotekno

SosioEkoTekno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Pandanaran
Mengkaji masalah-masalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Terbit 6 bulan sekali


Penerbit
Universitas Pandanaran


Penanggung Jawab
Rektor Universitas Pandanaran


Mitra Bestari
Harini Krisniati
Djoko Marsudi
Sri Praptono



Redaksi
Erwin Dwi Edi Wibowo (Pemred)
Widi Astuti
Anief Rufiyanto
Hermawan Budiyanto
MM. Minarsih
M Maria Sudarwani


Sekretaris Redaksi
Sri Subekti
Abrar Oemar


Tata Usaha
M Mahfud Efendi
Kusparyati




Alamat Redaksi
Jl. Banjarsari Barat 1 Banyumanik Semarang
Telp. 024 70797974   Facs. 024 76482711
e-mail info@unpand.ac.id

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK CAT ENVITEX DENGAN MENGGUNAKAN METODE P-CHART DAN FISHBONE PADA PT. INDACO COATINGS INDUSTRY KARANGANYAR

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK CAT ENVITEX DENGAN MENGGUNAKAN METODE P-CHART DAN FISHBONE PADA
PT. INDACO COATINGS INDUSTRY KARANGANYAR

 FAJAR TEGUH PRASETYO
EM.11.1.0810T

              Pembimbing :

Maria Magdalena M, SE,MM
    Muh.Mukeri,S Ag,MM

Abstrak
Pengendalian kualitas merupakan kegiatan yang sangat perlu dilakukan oleh setiap perusahaan dalam proses produksi. Dalam upaya melakukan pengendalian kualitas hasil produksi, perusahaan perlu melakukan sistem pengendalian kualitas mulai dari bahan baku, proses produksi sampai barang jadi.
Dalam hal ini penulis melakukan penelitian kualitas cat envitex tahun 2011 pada PT. Indaco Coatings Industry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat batas pengendali atas (UCL), batas pengendali bawah (LCL) dan rata-rata kerusakan produk cat Envitex yang mengalami out of control pada diagram peta pengendali p-chart, untuk mengetahui penyebab kerusakan produk.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari data jumlah produksi cat envitex tahun 2011 sebanyak 9037004 kg dan data kerusakan 4614 kg dengan menggunakan bagan pengendali p-cart, dapat diketahui rata-rata kerusakan sebesar 0,0904, batas pengendalian atas (UCL) sebesar 0,1036, batas pengendalian bawah (LCL) sebesar 0,0773, terdapat kerusakan produk yang out of control yaitu pada bulan Juli dan Agustus 2011. Untuk kerusakan tertinggi pada bulan Agustus 2011 sebesar 476 kg, Berdasarkan analisis dengan menggunakan FishBone Chart penyebab dari kerusakan paling dominan terjadi karena kurang ahli dalam colour matching.
Adapun saran yang dapat diberikan untuk perusahaan berdasarkan kesimpulan yang didapat, antara lain perlu memperketat dalam penyeleksian karyawan, melampirkan instruksi kerja, memperhatikan pemeliharaan mesin produksi, pengendalian kualitas bahan baku, sehingga banyak produk yang rusak dapat diminimalkan.
Kata kunci : Pengendalian Kualitas, Metode P-Chart dan Fishbone

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pengendalian kualitas penting untuk dilakukan oleh perusahaan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan maupun standar yang telah ditetapkan oleh badan lokal dan internasional yang mengelola tentang standarisasi mutu atau kualitas, dan tentunya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen. Pengendalian kualitas yang dilaksanakan dengan baik akan memberikan dampak terhadap kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan.Produk yang dipasarkan atau dijual hendaknya produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga dengan demikian konsumen merasa puas. Hanya dengan kepuasan konsumen itulah perusahaan akan mendapatkan keuntungan. Sebaliknya apabila konsumen tidak merasa puas dengan produk yang dibelinya maka mereka akan meninggalkan perusahaan dan perusahaan akan kehilangan pelanggan serta akhirnya akan mengalami kerugian. Jadi pengendalian kualitas menjadi dasar utama strategi produksi.
    Rumusan Masalah
Berapa batas pengendalian atas, batas pengendalian bawah dan rata-rata kerusakan produk cat Envitex yang mengalami out of control pada tahun 2011 pada diagram peta pengendali P-Chart serta faktor apa saja yang menjadi penyebab kerusakan produk tersebut.
    Batasan Masalah
    Obyek penelitian
Hasil produksi cat Envitex yang mengalami kerusakan selama tahun 2011.
    Subyek penelitian
Karyawan PT. Indaco Coatings Industry.
    Lokasi penelitian
PT. Indaco Coatings Industry yang berlokasi di jalan raya Solo-Sragen KM 13,2 desa pulosari, kecamatan kebakkramat, Karanganyar.
    Tujuan Penelitian
    Untuk mengetahui tingkat batas pengendali atas  atau  Upper Control Limit  (UCL)  dan batas pengendali bawah  Lower Control Limit  (LCL) pada diagram peta pengendali P-Chart.
    Untuk mengetahui rata-rata kerusakan produk.
    Untuk mengetahui jumlah kerusakan produk yang out of control.
    Untuk mengetahui penyebab kerusakan produk dengan fishbone chart.
    Manfaat Penelitian
Manfaat penulisan skripsi ini adalah :
    Manfaat Akademis
    Bagi penulis
    Memperoleh gambaran langsung tentang pengawasan terhadap kualitas produk akhir.
    Menambah wawasan dan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah bidang manajemen produksi dan operasi tentang pengendalian kualitas.
    Bagi Pihak Lain
     Sebagai tambahan informasi pada umumnya dan referensi bagi mahasiswa yang akan menyusun skripsi pada khususnya.
    Manfaat Praktis
Bagi Perusahaan
Sebagai masukan dan sumbangan pikiran untuk menganalisis tentang kualitas produk akhir yang dihasilkan dan dalam melaksanakan pengawasan proses produksi agar dicapai produk yang berkualitas sesuai standar dengan biaya yang efisien.


BAB II
LANDASAN TEORI
    Tinjauan Pustaka
Pengendalian kualitas adalah merupakan suatu teknik dan aktivitas/tindakan yang terencana yang dilakukan untuk mencapai, mempertahankan dan meingkatkan kualitas suatu produk dan jasa agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan dapat memenuhi kepuasan konsumen.Tujuan utama pengendalian kualitas adalah untuk mendapatkan jaminan bahwa kualitas produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan dengan mengeluarkan biaya yang ekonomis atau serendah mungkin.
    Alat Bantu Dalam Pengendalian Kualitas
Pengendalian kualitas secara statistik dengan menggunakan SPC (Statistical Process Control) dan SQC (Statistical Quality Control), mempunyai 7 (tujuh) alat statistik utama yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengendalikan kualitas sebagaimana disebutkan juga oleh Heizer dan Render dalam bukunya Manajemen Operasi (2006:263-268), antara lain yaitu;  check sheet, histogram,  control chart, diagram pareto, fishbone chart (diagram sebab-akibat),  scatter diagram dan diagam proses. Tetapi dalam penelitian ini hanya menggunakan control chart dan fishbone chart.
    Control Chart (Peta Kendali)
Control chart adalah suatu alat yang secara grafis digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi apakah suatu aktivitas/ proses berada dalam pengendalian kualitas secara statistika atau tidak sehingga dapat memecahkan masalah dan menghasilkan perbaikan kualitas. Control chart menunjukkan adanya perubahan data dari waktu ke waktu, tetapi tidak menunjukkan penyebab penyimpangan meskipun penyimpangan itu akan terlihat pada peta kendali.Control chart digunakan untuk membantu mendeteksi adanya penyimpangan dengan cara menetapkan batas-batas kendali:
    Upper control limit/ batas kendali atas (UCL)
Merupakan garis batas atas untuk suatu penyimpangan yang masih diijinkan.
    Central line/ garis pusat atau tengah (CL)
Merupakan garis yang melambangkan tidak adanya penyimpangan dari karakteristik sampel.
    Lower control limit/ batas kendali bawah (LCL)
Merupakan garis batas bawah untuk suatu penyimpangan dari karakteristik sampel.
    Fishbone Chart (Diagram Sebab-Akibat)
Diagram ini disebut juga diagram tulang ikan (fishbone chart) dan berguna untuk memperlihatkan faktor-faktor utama yang berpengaruh pada kualitas dan mempunyai akibat pada masalah yang kita pelajari. Selain itu kita juga dapat melihat faktor-faktor yang lebih terperinci yang berpengaruh dan mempunyai akibat pada faktor utama tersebut yang dapat kita lihat dari panah-panah yang berbentuk tulang ikan pada fishbone chart tersebut.

    Penalitian Terdahulu
    Fajar Sidik N. Dan Hotniar Siringoringo (2008)
Penelitian tentang ”Analisis Cacat Produk Botol Milkuat 100 ml”. Variabel penelitiannya yaitu penyebab cacat produk. Metode analisis dilakukan menggunakan diagram tulang ikan dan uji korelasi.
    La Hatani (2008)
Meneliti tentang “Manajemen Pengendalian Mutu Produksi Roti Melalui Pendekatan Statistical Quality Control (SQC)”, studi kasus pada perusahaan roti Rizki Kendari.Metode analisis menggunakan Statistical Quality Control  (SQC) dengan metode diagram kendali  P-charts.
    Kerangka Pemikiran
 
            Rekomendasi untuk perbaikan
Gambar
Diagram Kerangka pemikiran
Proses produksi merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi tercapainya produk yang berkualitas. Sehingga dalam mencapai standar kualitas tersebut, perusahaan harus memperhatikan secara teliti proses produksi yang berlangsung. Hal ini dilakukan agar standar kualitas yang telah ditentukan perusahaan dapat tercapai.
Menentukan kualitas produk yang telah diproduksi apakah telah memenuhi standar atau tidak, maka hasil produksi diseleksi dibagian quality control (QC). Dari proses ini dihasilkan dua kategori produk yaitu produk yang telah memenuhi standar kualitas perusahaan (produk baik) dan produk yang tidak memenuhi standar kualitas perusahaan (produk rusak). Apabila produk yang sudah memenuhi standar tidak perlu diadakan perbaikan, sedangkan untuk produk yang rusak diadakan perbaikan sesuai dengan jenis kerusakan produk tersebut.Evaluasi untuk melakukan perbaikan dengan menggunakan bagan kendali P-Chart sehingga dapat diketahui tingkat kerusakan dan keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh perusahaan apakah masih dalam batas kendali atau tidak, dan fishbone chart digunakan untukmengidentifikasi penyebab yang timbul atas kerusakan suatu produk.Hasil evaluasi akan dijadikan rekomendasi pihak perusahaan sebagai acuan untuk memperbaiki kualitas produk yang akan dihasilkan. Dari evaluasi tersebut dapat ditarik kesimpulan apakah produk–produk yang dihasilkan perusahaan selama ini berada dalam batas kendali atau tidak. Hasil kesimpulan tersebut dapat digunakan sebagai laporan dan tindakan perbaikan dalam proses produksi selanjutnya.

BAB III
METODE PENELITIAN
    Variabel Penelitian
Variabel penelitian merupakan suatu atribut atau sifat yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 1999:37).Dalam penelitian ini menggunakan 2 macam variabel penelitian yaitu variabel utama yaitu pengendalian kualitas dan sub-variabel pengukuran kualitas yang diteliti yaitu pengukuran secara atribut yang digunakan untuk menentukan tingkat ketidaksesuaian yang terjadi terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
    Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah produk cat Envitex yang mengalami cacat selama tahun 2011 yang tidak diketahui jumlahnya, yaitu cat cacat yang terdata maupun  yang terlewat dari pengamatan kualitas oleh bagianQuality Control sehingga sampai ketangan konsumen. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik puposive sampling.Puposive sampling merupakan suatu teknik pengambilan sampel dengan menggunakan pertimbangan tertentu. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cat Envitex yang ditemukan mengalami cacat dan terdata oleh bagian Quality Control  selama tahun 2011 sehingga tidak sampai ketangan konsumen.
    Jenis dan Sumber Data
    Data Primer
Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari objek penelitian yaitu pada PT. Indaco Coatings Industry diantaranya aktifitas-aktifitas yang dilakukan selama proses produksi. Dalam hal ini penulis mendapatkan data dari wawancara dengan pihak perusahaan PT. Indaco Coatings Industry pada masing-masing bagian.
    Data Sekunder
Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari studi pustaka yaitu dari buku-buku, literatur dan dokumen yang berhubungan dengan teori-teori yang berkaitan dengan Pengendalian Kualitas atau Quality Control (QC) selama tahun 2011, sejarah perusahaan, struktur organisasi, dan lain-lain.
    Teknik Pengumpulan Data
    Teknik Observasi
Teknik Observasi yaitu pengamatan atau peninjauan secara langsung di tempat penelitian yaitu di PT. Indaco Coatings Industry dengan mengamati sistem atau cara kerja pegawai yang ada, mengamati proses produksi dari awal sampai akhir, dan kegiatan pengendalian kualitas.
    Wawancara atau interview
Wawancara atau interview merupakan suatu cara untuk mendapatkan data atau informasi dengan tanya jawab secara langsung pada orang yang mengetahui tentang objek yang diteliti. Dalam hal ini adalah dengan pihak manajemen/karyawan PT. Indaco Coatings Industry yaitu data mengenai jenis-jenis kerusakan dan penyebabnya, proses produksi serta bahan baku yang digunakan.
    Studi Pustaka
Studi Pustaka dilakukan dengan mengumpulkan data melalui dokumen-dokumen yang berhubungan dengan objek penelitian. Diantaranya data tentang gambaran umum perusahaan, dokumen kepegawaian data hasil produksi, data jumlah dan kerusakan produk pada  tahun 2011, serta peralatan yang digunakan selama proses produksi.
    Teknik Pembahasan
    Analisis P-Chart
Analisis P-Chart adalah pengendalian model rata-rata berdasarkan sample. Langkah-langkah yang digunakan adalah sebagai berikut :
    Menghitung besarnya sampel dengan rumus :
n = √2N
Keterangan :
n     = Besarnya ukuran sampel.
N     = Keseluruhan jumlah produksi.
    Menentukan proporsi kerusakan dengan rumus :
p ̅= Σxi/Σn
Keterangan :
p ̅    = Rata – rata kerusakan.
𝚺xi    = Jumlah total produk rusak.
𝚺n    = Jumlah total sample.
    Menentukan standar deviasi dengan rumus :
(σp) ̅ =  √((p͞  ( 1-p͞ ))/n)
Keterangan :
(σp) ̅    = Standar deviasi
p ̅    = Rata – rata kerusakan.
n     = Besarnya ukuran sampel.   
    Menentukan batas kendali dengan rumus :
    Batas Kendali Atas (UCL)
UCL = p ̅ + 3 √(( p͞ ( 1 - p͞ ))/n)
Keterangan :
UCL        = Batas pengendalian atas
    p ̅        = Rata – rata kerusakan.
n         = Besarnya ukuran sampel.


    Batas Kendali Bawah (LCL)
LCL = p ̅ – 3 √((p͞ ( 1 -p͞ ))/n)
Keterangan :
LCL        = Batas pengendalian bawah.
p ̅        = Rata – rata kerusakan.
n         = Besarnya ukuran sampel.
Batas kendali atas (UCL) dan batas kendali bawah (LCL) merupakan batasan pengawasan dari penyimpangan yang terjadi.Bila ada kerusakan dan turun lebih rendah dari batas bawah merupakan prestasi yang lebih baik untuk perusahaan sehingga sedapat mungkin memperoleh kerusakan sekecil mungkin apabila kerusakan produk berada diluar batas kendali atas berarti terjadi kualitas penyimpangan produk yang dihasilkan.
    Fishbone Chart (Diagram Sebab – Akibat)
    Pengertian
Perangkat lain untuk mengidentifikasi masalah kualitas dan titik inspeksi adalah diagram sebab-akibat (cause-and-effect diagram), yang juga dikenal sebagai diagram ishikawa (ishikawa diagram) atau diagram tulang ikan (fish-bone chart). (Render dan Heizer, 2009: 318).
    Tujuan
Tujuan dari penggunaan diagram sebab akibat ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan sehari-hari dari pengendalian mutu. Diagram sebab akibat juga digunakan untuk penelusuran akar penyebab terjadinya masalah secara aktif.
    Tahapan
Manajer operasi memulai dengan empat kategori: material/bahan baku, mesin/peralatan, manusia, dan metode. Inilah yang disebut 4 M yang merupakan penyebab keempat kategori ini memberikan suatu daftar periksa yang baik untuk melakukan analisis awal. Setiap penyebab dikaitkan pada setiap kategori yang disatukan dalam tulang yang terpisah sepanjang cabang tersebut, seringkali melalui proses brainstorming. (Render dan Heizer, 2009: 318).
    Alat
Diagram sebab akibat bentuknya menyerupai tulang ikan. Untuk lebih jelasnya kita lihat pada gambar berikut :
         
        Sumber Jay Heizer and Barry Render, 2009
Gambar 3.1
Fishbone Chart
(Diagram Sebab–Akibat)


BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
    Diskripsi Objek Penelitian
PT. Indaco Coatings Industri yang berlokasi di JL. Raya Solo–Sragen Km. 13,2 desa Pulosari, kecamatan Kebakkramat, Karanganyar yang didirikan pada tanggal 17 September 2005 dengan akte No. 43 tanggal 17 September 2005, waktu 12.00 WIB oleh Pujiastuti Pangestu, SH notaris di Karanganyar. Telah mendapatkan ijin usaha industri dari kantor pelayanan perijinan dan investasi kabupaten Karanganyar. PT. Indaco Coatings Industriy dipimpin oleh Bapak Iwan Adranacus sebagai direktur utama dan dalam mengoperasikan perusahaan pihak manajemen telah menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi cat sesuai dengan persyaratan–persyaratan sistem manajemen mutu untuk menciptakan kepuasan pelanggan.Dalam rangka menghadapi perdagangan global dan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta menjamin konsistensi produk, manajemen PT. Indaco Coatings Industry telah mempunyai komitmen untuk menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008. Jumlah sumber daya manusia pada saat ini sebanyak 60 orang, serta didukung dengan fasilitas alat–alat untuk proses produksi yang memadahi dengan rencana kapasitas produksi per tahun sebesar 11.600 m dengan investasi sebesar 5 M² dan target omset penjualan sebesar 2 M per bulan.
    Analisis pembahasan
Berdasarkan data yang diperoleh dari PT. Indaco Coatings Industry maka dilakukan pembahasan mengenai pengendalian kualitas dengan menggunakan analisis p-chart.Analisis ini dipilih karena sesuai dengan hasil analisis yaitu dengan pengendalian model rata-rata menggunakan sampel. Dengan metode ini juga dapat mengetahui dan menentukan apakah kerusakan pada produk cat envitex yang terjadi dalam proses produksi dalam batas kendali atau tidak. Dalam analisis ini disertakan juga diagram sebab-akibat (fishbone) untuk mengetahui jenis kerusakan serta penyebabnya.
    Analisis P-Chart
Bagan pengendalian p-chart digunakan untuk mengadakan pengujian terhadap kualitas proses produksi yang mengetahui banyaknya jumlah produk yang rusak dan untuk mengetahui apakah ada jumlah kerusakan produksi yang masih dalam batas kendali atau tidak. Untuk perhitungan dengan analisis p-chart dilakukan dengan observasi pada tahun 2011 pada PT. Indaco Coatings Industry. Metode tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat kerusakan  produk yang terjadi.
Data Kerusakan Cat Envitex
pada PT. Indaco Coatings Industry
No    Tanggal    Jumlah produksi    Jumlah produksi yang di observasi    Jumlah produk rusak    Prosentase kerusakan
1    Januari    511691    4251    380    0,0894
2    Februari    376308    4251    354    0,0833
3    Maret    474721    4251    370    0,087
4    April    581790    4251    347    0,0816
5    Mei    847129    4251    383    0,0901
6    Juni    890408    4251    377    0,0887
7    Juli    1581060    4251    457    0,1075
8    Agustus    1627093    4251    476    0,112
9    September    628821    4251    377    0,0887
10    Oktober    690238    4251    384    0,0903
11    November    490292    4251    361    0,0849
12    Desember    337453    4251    348    0,0819
    Jumlah    9037004    51012    4614   
Sumber : Data Olahan PT. Indaco Coantings Industry, 2011
Dari data di atas kemudian dilakukan perhitungan dengan menggunakan p-chart, langkah-langkah perhitungannya adalah :
    Menghitung besarnya sampel dengan rumus :
n = √2N
    = √(2.9037004)
    = √18074008
        = 4251
    Menentukan rata-rata kerusakan dengan rumus :
p ̅= Σxi/Σn
    = 4614/51012
    = 0,0904
    Menentukan standar deviasi dengan rumus :
(σp) ̅ =  √((p͞  ( 1-p͞ ))/n)   
        = √((0,0904 (1-0,0904))/4251)
        = 0,0044
    Menentukan batas kendali dengan rumus :
    Batas Kendali Atas (UCL)
UCL = p ̅ + 3 √(( p͞ ( 1 - p͞ ))/n)
         = 0,0904 + 3 √((0,0904 (1-0,0904))/4251)
            = 0,1036
    Batas Kendali Bawah (LCL)
LCL = p ̅ – 3 √((p͞ ( 1 -p͞ ))/n)
         = 0,0904 – 3 √((0,0904(1-0,0904))/4251)
= 0,0773
Berdasarkan perhitungan dengan analisis p-chart dengan rumus tingkat kerusakan pada produk cat envitex memiliki rata-rata kerusakan 0,0904 dan standar deviasi 0,0044, serta memiliki batas kendali atas (UCL) sebesar 0,1036 dan batas kendali bawah (LCL) sebesar 0,0773. Sehingga dilihat dari data kerusakan cat envitex terlihat bahwa jumlah kerusakan ada yang mengalami out of control yaitu pada bulan Juli dan Agustus .Pada bulan Januari, februari, Maret, April, Mei, Juni, September, Oktober, November, Desember berada dalam batas pengendalian (in control). Kerusakan yang terjadi pada cat envitex disebabkan oleh banyak hal diantaranya adalah warna beda, kurang halus, mengulit, pengendapan dan lain-lain. Dengan kerusakan tertinggi adalah warna beda.
Dengan adanya produk yang mengalami out of control yaitu pada bulan Juli dan Agustus, maka dapat dilakukan revisi sebagai berikut :
    Menentukan rata-rata kerusakan setelah revisi dengan rumus:
        p ̅_new=(∑▒〖xi-x_d 〗)/(∑▒n-n_d )
= (4614- 457-476)/(51012-8502)
= 0,0866
    Menentukan standar deviasi setelah revisi dengan rumus:
(σp) ̅_new=√(p ̅_(new (1 - p ̅_new) )/n)
= √((0,0866 (1-0,0866))/4251)
= 0,0043
    Menentukan batas kendali setelah revisi dengan rumus:
    Batas Kendali Atas (UCL) 
(ucl) ̅_( new)= p ̅_new+3 √((p_new (1- p ̅_new))/n)
= 0,0866 + 3 √((0,0866 (1- 0,0866))/4251)
= 0,0995
    Batas Kendali Bawah (LCL)
    (lcl) ̅_( new)= p ̅_new-3 √((p_new (1- p ̅_new))/n)
= 0,0866 – 3  √((0,0866 (1- 0,0866))/4251)
= 0,0737
Berdasarkan perhitungan diatas maka diperoleh perhitungan baru, yaitu rata-rata kerusakan sebesar 0,0866dan standar deviasi sebesar 0,0043. Batas kendali atas (UCL) sebesar 0,0995dan batas kendali bawah sebesar 0,0737.
Analisis P-Chart dengan Software POM for Windows




Data Kerusakan Produk Cat Envitex
pada PT. Indaco Coatings Industry
Tahun 2011
Data kerusakan Produk Cat Envitex Tahun 2011 Solution
Sample    Number of Defects    Fraction Defective              3 sigma (99.73%)
Januari    380    .0894         Total Defects    4614
Februari    354    .0833         Total units sampled    51012
Maret    370    .087         Defect rate (pbar)    .0904
April    347    .0816         Std dev of proportions    .0044
Mei    383    .0901               
Juni    377    .0887         UCL (Upper control limit)    .1036
Juli    457    .1075         CL (Center line)    .0904
Agustus    476    .112         LCL (Lower Control Limit)    .0773
September    377    .0887               
Oktober    384    .0903               
November    361    .0849               
Desember    348    .0819               
                   
Sumber: POM For Windows, 2011
 
Sumber: POM For Windows, 2011
Bagan Kendali P-Chart
Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan POM for windows dapat disimpulkan bahwa ada jumlah kerusakan yang mengalami out of control, maka dapat dilakukan revisi dengan POM  for windows sebagai berikut :
Data Kerusakan Produk Cat Envitex Setelah Revisi
pada PT. Indaco Coatings Industry
Tahun 2011
Data Kerusakan Produk Cat Envitex Tahun 2011 Setelah Di Revisi Solution
Sample    Number of Defects    Fraction Defective              3 sigma (99.73%)
Januari    380    .0894         Total Defects    3681
Februari    354    .0833         Total units sampled    42510
Maret    370    .087         Defect rate (pbar)    .0866
April    347    .0816         Std dev of proportions    .0043
Mei    383    .0901               
Juni    377    .0887         UCL (Upper control limit)    .0995
September    377    .0887         CL (Center line)    .0866
Oktober    384    .0903         LCL (Lower Control Limit)    .0737
November    361    .0849               
Desember    348    .0819               
                   
Sumber: POM For Windows, 2011
 
Sumber: POM For Windows, 2011
Bagan Kendali P-Chart Setelah Revisi
    Fishbone Chart (Diagram Sebab-Akibat)
Diagram ini disebut juga diagram tulang ikan (fishbone chart) dan berguna untuk memperlihatkan faktor-faktor utama yang berpengaruh pada kualitas dan mempunyai akibat pada masalah yang kita pelajari. Selain itu kita juga dapat melihat faktor-faktor yang lebih terperinci yang berpengaruh dan mempunyai akibat pada faktor utama tersebut yang dapat kita lihat dari panah-panah yang berbentuk tulang ikan pada diagram fish bone tersebut. Cara untuk membuat diagram sebab-akibat dimulai dengan menggunakan 4 kategori yaitu: manusia, metode, mesin, material.
    Faktor Manusia
    Kurang ahli dalam colour matching
Karyawan yang kurang ahli dalam colour matching bisa mengakibatkan produk cat gagal uji QC dan mengakibatkan  penambahan bahan baku yang lain harus dilakukan.
    Kurang ahli mengoperasikan mesin produksi
Karyawan yang kurang ahli mengoperasikan mesin produksi cat dapat merusak hasil produksi cat kerusakannya seperti cat kurang halus dan pengendapan.
    Saat istirahat operator lalai dalam menutup tong cat
Karyawan yang lalai menutup tong cat dapat mengakibatkan permukaan atas cat menjadi mengulit dan terkena debu atau kotoran.
    Faktor Metode
    Instruksi kurang jelas
Hal ini dapat berpengaruh pada hasil produksi, karena banyaknya pekerjaan dan konstruksi dibutuhkan instruksi yang jelas untuk meminimalkan tingkat kesalahan atau kecacatan.
    Metode kerja kurang tepat
Kesalahan ini mungkin saja terjadi karena banyak jenis cat yang diproduksi sehingga membuat kelalaian penggunaan metode yang sama namun dalam jenis yang berbeda.
    Faktor Mesin
    Mesin rusak atau macet
Kemacetan mesin secara tiba-tiba dapat mengakibatkan proses produksi menjadi lambat dan meningkatkan resiko kerusakan produk yang dihasilkan.
    Service  mesin tidak rutin
Service mesin tidak rutin bisa mengakibatkan kurang optimalnya  proses produksi berlangsung dan kurangnya perawatan bisa mengakibatkan mesin rusak dan bisa mengakibatkan menurunnya terjadinya kerusakan produk.
    Faktor Material
    Bahan baku cat yang tertumpuk di gudang terlalu lama
Bahan baku cat yang tertumpuk di gudang terlalu lama dapat mengakibatkan tidak layak pakai atau batas waktu pengunaan habis dapat mengakibatkan kerusakan cat.
    Bahan baku dari pemasok rusak
Bahan baku dari pemasok rusak atau jelek mengakibatkan kerusakan hasil produksi.
    Kualitas bahan baku tidak sesuai prosedur
Bahan baku harus sesuai dengan yang diterapkan RnD. Maka dari itu pengendalian bahan baku harus benar-benar diperhatikan, karena bahan baku merupakan proses awal yang akan mempengaruhi proses selanjutnya.


Kurang ahli dalam colour        Mesin rusak atau macet
matching
Kurang ahli mengoperasikan         Service mesin tidak rutin
mesin produksi
Saat istirahat operator lalai dalam
menutup tong cat



Instruksi kurang jelas            Bahan baku cat yang tertumpuk                                di gudang terlalu lama
Metode kerja kurang tepat        Bahan baku cat dari pemasok
                    rusak                                                Kualitas bahan baku tidak
                    sesuai prosedur



Fishbone Chart (Diagram Sebab-Akibat)

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengendalian kualitas pada produk cat envitex di PT. Indaco Coatings Industry dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
    Dengan menggunakan metode p-chart pada tahun 2011 maka dapat diketahui batas kendali atas (UCL) sebesar 0,1036 dan batas kendali bawah (LCL) sebesar 0,0773. Dan ditemukan dua kerusakan produk cat yang berada diluar batas pengendalian atas (UCL) pada bulan Juli dan Agustus 2011. Kecacatan tertinggi pada bulan Agustus 2011, sebesar 476 kg.
    Data menunjukkan tingkat kerusakan yaitu dengan jumlah produksi 9037004 kg, masih memiliki kerusakan cat sebanyak 4614 kg dengan rata-rata kerusakan sebesar 0,0904.
    Ditemukan dua kerusakan produk cat yang berada diluar batas pengendalian atas (UCL) pada bulan Juli dan Agustus 2011.
    Untuk menganalisis penyebab-penyebab kerusakan tersebut penulis membuat fishbone chart atau diagram sebab–akibat. Di dalam diagram tersebut penulis mengidentifikasikan ke dalam empat kelompok yaitu :
    Faktor Manusia
    Kurang ahli dalam colour matching
    Kurang ahli mengoperasikan mesin produksi
    Saat istirahat operator lalai dalam menutup tong cat
    Faktor Metode
    Instruksi kurang jelas
    Metode kerja kurang tepat
    Faktor Mesin
    Mesin rusak atau macet
    Service  mesin tidak rutin
    Faktor Material
    Bahan baku cat yang tertumpuk di gudang terlalu lama
    Bahan baku dari pemasok rusak
    Kualitas bahan baku tidak sesuai prosedur
5.2 Saran
Berdasarkan pembahasan analisis data dan kesimpulan penelitian yang dikemukakan diatas, maka peneliti memberi saran yang diharapkan dapat memberikan masukan kepada pihak perusahaan untuk menentukan langkah lebih lanjut mengenai pengendalian kualitas. Dengan masih adanya kerusakan produk cat envitex yang berada diluar batas kendali maka penulis memberikan saran kepada pihak perusahaan sebagai berikut :
    Sumber daya manusia adalah prioritas utama dalam sebuah perusahaan maka dari itu untuk kelangsungan hidup perusahaan perlu memperketat dalam penyeleksian karyawan dalam hal potensi, pelatihan, dan etos kerja.
    Perusahaan sebaiknya melampirkan instruksi kerja yang disertai penjelasan secara lisan, sehingga diharapkan dengan adanya instruksi maka pekerja dapat melakukan proses produksi sesuai dengan hasil yang diharapkan.
    Perusahaan sebaiknya lebih memperhatikan pemeliharaan terhadap mesin-mesin produksi dengan melakukan pemeriksaan secara rutin dan berkala agar proses produksi cat envitex berjalan lancar dan tidak terkendala oleh mesin yang tiba-tiba mengalami kerusakan pada saat proses produksi.
    Pengendalian kualitas bahan baku dan penyimpanan bahan baku di gudang sebaiknya benar-benar diperhatikan sehingga dapat memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan oleh perusahaan, karena bahan baku merupakan proses awal yang akan mempengaruhi proses selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA
Ahyari, agus. 2004. Manajemen Produksi. Yogyakarta : BPFE.
Alisjahbana, Juita. 2005. Evaluasi Pengendalian Kualitas Total Produk Pakaian Wanita Pada Perusahaan Konveksi. Jurnal Ventura, Vol. 8.
Ariani, Wahyu Dorotea. 2004. Manajemen Kualitas. Jakarta : Ghalia Indah.
Assauri, Sofjan. 2004. Manajemen Produksi dan Operasi. (edisi revisi). Jakarta : FEUI.
Hatani, La. 2008. Manajemen Pengendalian Mutu Produksi Roti Melalui Pendekatan Statistical Quality Control (SQC). www.google.com/Jurusan Manajemen FE Unhalu.
Montgomery, Douglas C. 2001. Introduction to Statistical Quality Control. 4th
Edition. New York : John Wiley & Sons, Inc.
Nasution, M. N.. 2005. Manajemen Mutu Terpadu. Bogor : Ghalia Indonesia.
Prawirosentono, Suyadi. 2002. Manajemen Mutu Terpadu Abad 21. Jakarta : Bumi Aksara.
Purnomo, Hari. 2004.  Pengantar Teknik Industri. Edisi 2.Jakarta : Graha Ilmu.
Render, Berry Dan Jay Heizer. 2009. Manajemen Operasi. Edisi 9.Jakarta : Salemba Empat.
Sugiyono, Prof. Dr. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : CV Alfabeta.
Tjiptono, Fandy, dan Diana Anastasia. 2003. Total Quality Management. Yogyakarta : Andi.
Yamit, Zulian. 2005. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa.Yogyakarta : Ekonosia.




















Sun, 21 Apr 2013 @09:49

Copyright © 2014 TEAM IT Universitas Pandanaran semarang · All Rights Reserved